APBD DIY Tak Cukup Untuk Bangun Infrastruktur Rusak Akibat Banjir

APBD DIY Tak Cukup Untuk Bangun Infrastruktur Rusak Akibat Banjir

Edzan Raharjo - detikNews
Rabu, 06 Des 2017 15:02 WIB
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Sejumlah infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rusak akibat bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Infrastrukur yang rusak seperti jembatan putus, talud, dan jalan rusak.

Sekda DIY Gatot Saptadi, mengatakan untuk berapa lama infrastrukur yang rusak akan dibangun kembali tergantung kesiapan pembiayaan. Seperti untuk membangun jembatan butuh satu tahun anggaran untuk perencanaan dan anggaran. Tetapi jika dana terbatas maka dilaksanakan bertahap.

Menurutnya, kerusakan parah akibat banjir adalah jembatan, talud sungai dan jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abotlah (berat) (APBD DIY), artinya nanti kalau rekonstruksi kembali ke masing-masing yang punya kepentingan misal kalau itu jalan nasional, itu arahnya kesitu. Tapi kalau darurat bareng-bareng, tidak melihat kewenangan,"k ata Gatot Saptadi di kantor Gubernur DIY, Rabu (6/12/2017).

Sampai saat ini jumlah total kerugian akibat dampak banjir dan longsor belum diketahui karena masih menunggu laporan dari BPBD. Infrastruktur yang rusak diantaranya jalan, talud sungai jembatan putus, maupun jembatan amblong atau ambles. Selain kerusakan infrastruktur kerusakan juga terjadi di sektor pertanian. Untuk saat ini penanganan masih fokus pada penanganan yang sifatnya kedaruratan.
Balai Tanjung mulai diperbaikiBalai Tanjung mulai diperbaiki Foto: Edzan Raharjo/detikcom

Sementara untuk kerusakan bangunan cagar budaya di kompleks Kepatihan yaitu 'Bale Tanjung' yang tertimpa pohon beringin mulai dilakukan. Penanganan bangunan tersebut dengan dana darurat. Perbaikan bangunan cagar budaya Bale Tanjnung ini menjadi prioritas.

"Itu cagar budaya. Kemarin ada 2 versi, kalau mengganti semua kayunya sekitar Rp 200-an juta, tapi saya kurang setuju, jati (kayu) yang lawas tetap digunakan, misal 4 meter tinggal 3 meter tinggal nambah 1 meter. Itu prioritas untuk diperbaiki," kata Gatot. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads