Sekda DIY Gatot Saptadi, mengatakan untuk berapa lama infrastrukur yang rusak akan dibangun kembali tergantung kesiapan pembiayaan. Seperti untuk membangun jembatan butuh satu tahun anggaran untuk perencanaan dan anggaran. Tetapi jika dana terbatas maka dilaksanakan bertahap.
Menurutnya, kerusakan parah akibat banjir adalah jembatan, talud sungai dan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini jumlah total kerugian akibat dampak banjir dan longsor belum diketahui karena masih menunggu laporan dari BPBD. Infrastruktur yang rusak diantaranya jalan, talud sungai jembatan putus, maupun jembatan amblong atau ambles. Selain kerusakan infrastruktur kerusakan juga terjadi di sektor pertanian. Untuk saat ini penanganan masih fokus pada penanganan yang sifatnya kedaruratan.
![]() |
Sementara untuk kerusakan bangunan cagar budaya di kompleks Kepatihan yaitu 'Bale Tanjung' yang tertimpa pohon beringin mulai dilakukan. Penanganan bangunan tersebut dengan dana darurat. Perbaikan bangunan cagar budaya Bale Tanjnung ini menjadi prioritas.
"Itu cagar budaya. Kemarin ada 2 versi, kalau mengganti semua kayunya sekitar Rp 200-an juta, tapi saya kurang setuju, jati (kayu) yang lawas tetap digunakan, misal 4 meter tinggal 3 meter tinggal nambah 1 meter. Itu prioritas untuk diperbaiki," kata Gatot. (bgs/bgs)