Apel Rencana Kontigensi (Renkon) dan Uji Lapang 2017 digelar di bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Kelurahan Simongan. Peserta mengikuti upacara dan simulasi penanganan bencana sesuai Renkon yang disusun.
"Untuk masalah kebencanaan, Kota Semarang siapkan rencana, kami melaksanakan Renkon, jadi jika terjadi kebencanaan instansi terkait jelas apa yang harus diperbuat. Kami buat dokumen Renkon dan ditindaklanjuti dengan uji lapangan," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto di lokasi apel, Rabu (6/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apel Rencana Kontigensi (Renkon) dan Uji Lapang 2017 di bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Kelurahan Simongan, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya |
"Untuk kesiapsiagaan baik TNI, Polri, Basarnas dan lainnya hampir 10 ribuan personel untuk antisipasi," imbuhnya.
Peran masing-masing instansi disimulasikan dalam apel tersebut dengan uji lapangan. Simulasi menolong korban bencana tersebut juga diwarnai adegan gangguan keamanan ketika pengiriman bantuan ke pengungsi, Polisi dan TNI pun segera datang untuk mengamankan situasi.
"BPBD kirim logistik. Dan TNI Polri menjaga keamanan," jelas Agus.
Apel Rencana Kontigensi (Renkon) dan Uji Lapang 2017 di bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Kelurahan Simongan, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya |
"Ada juga Tembalang di Dinar Indah rawan banjir karena pas di kelokan sungai," kata Hendi.
Selain menyiagakan tim gabungan, Pemkot Semarang juga menyiapkan 35 kelurahan siaga agar koordinasi kebencanaan dengan instansi terkait cepat dilakukan.
"Kita punya 35 kelurahan siaga bencana, titik rawan bencana sudah masuk," pungkasnya. (alg/sip)












































Apel Rencana Kontigensi (Renkon) dan Uji Lapang 2017 di bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Kelurahan Simongan, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya
Apel Rencana Kontigensi (Renkon) dan Uji Lapang 2017 di bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Kelurahan Simongan, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya