"Pemasangan lampu pengatur lalulintas ini merupakan respon atas usulan masyarakat yang disampaikan ke kami, mengingat perempatan jalan itu rawan dan sering terjadi kecelakaan lalulintas," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Untung Raharjo.
Sejumlah pekerja tampak memasang tiang dan lampu Bangjo di perempatan jalan yang berada di Dukuh Driyan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Selasa (5/12/2017). Lampu dipasang di keempat sisi jalan yakni dari barat dan timur (jalan Jambu) serta dari utara dan selatan (jalan Nanas).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, di jalur tersebut juga telah diberi pita kejut di ke empat arah jalan. Tujuannya untuk memperlambat arus lalulintas saat masuk di perempatan jalan. Selain itu juga telah dipasang rambu-rambu peringatan agar masyarakat berhati-hati.
Lebih lanjut Untung mengajak masyarakat untuk terus berlaku tertib di jalan. Selalu mematuhi aturan lalulintas dan rambu-rambu di jalan.
Pemasangan traffic light tersebut mendapat respon positif mayasarakat. Dengan adanya rambu-rabu baru itu diharapkan tak terjadi lagi kecelakaan di perempatan jalan Nanas tersebut.
"Bagus, semoga tidak terjadi kecelakaan lagi di tempat itu. Meski demikian, masyarakat pengguna jalan juga harus tertib, kalau lampu merah ya berhenti," harap Yuli, warga Karanggeneng, Boyolali Kota.
Seperti diberitakan sebelumnya, perempatan jalan Nanas rawan kecelakaan. Persimpangan jalan di Dukuh Driyan, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota itu sering terjadi kecelakaan. Bahkan, rumah milik Juari, yang berada di pojokan perempatan jalan itu, (timur jalan Nanas dan utara jalan Jambu), dalam dua tahun terakhir lima kali tertabrak mobil. Juari pun mengirimkan surat ke Dinas terkait Pemkab Boyolali dan mengusulkan dipasang traffic light. (bgs/bgs)











































