Warga Tidak Tahu Ada Rumah Mewah untuk Pabrik PCC di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 03 Des 2017 16:30 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Penghuni rumah di Jalan Halmahera Raya, Kota semarang yang digrebeg Badan Narkotika Nasional (BNN) jarang terlihat oleh warga sekitar. Bahkan kegiatan di dalam rumah tersebut tertutup dan tidak ada yang tahu.

BNN menggerebek rumah mewah yang digunakan sebagai pabrik pembuat obat terlarang paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Jalan Halmahera Raya nomor 27, Semarang Timur.

Salah satu penjaga keamanan di rumah sebelah lokasi, Mulyono (41) mengatakan rumah nomor 27 itu disewa penghuni baru sejak 3 bulan lalu. Namun tidak pernah diketahui apa kegiatan yang dilakukan di dalam rumah.

"Tidak tahu kegiatan apa di dalam. Sehari-hari ada mobil Luxio Jam 16.00 sampe 17.00 sore masuk," ujar Mulyono di lokasi, Minggu (3/12/2017).
Barang bukti mesin pembuatn pil PCCBarang bukti mesin pembuatn pil PCC Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Mulyono pernah menanyai seorang pria yang keluar dari rumah tersebut dan mengatakan pria itu baru mengurus tambah daya listrik dan katanya rumah itu akan digunakan untuk pembuat roti.

"Aktivitasnya katanya mau dibuat roti. Kalau keluar masuk pintu langsung ditutup," ujarnya.

BNN dan BNNP Jawa Tengah sudah melakukan penggerebekan sejak pagi tadi dan hingga sore ini petugas masih berada di dalam rumah tersebut. Rencananya Kepala BNN Komjen Budi Waseso akan datang ke lokasi.

Petugas BNN juga sempat membawa barang bukti yang ditempatkan dalam beberapa karung yang dibawa menggunakan 2 mobil salah satunya mobil Luxio bernopol H 9328 JP. Menurut informasi, barang tersebut diambil dari gudang di Medoho Semarang.

"Di sini tempat produksi, yang di sana (Medoho), disimpan di sana," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Irwanto. (alg/alg)