Rel Tergenang, Perjalanan 3 KA di Semarang Sempat Terlambat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 01 Des 2017 11:59 WIB
Stasiun Tawang Semarang. Foto: (Muhammad Catur Nugraha/d'Traveler)
Semarang - Sejumlah perjalanan kereta api di Semarang sempat mengalami keterlambatan karena rel tergenang air. Penumpang dilangsir menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD) untuk mencapai stasiun Tawang Semarang.

Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edy Koeswoyo mengatakan genangan air disebabkan karena tingginya curah hujan dan rob. Genangan tersebut menyebabkan jalur antara stasiun Tawang dan Alastua Semarang tidak bisa dilewati kereta api.

"Jalur KA antara Semarang Tawang sampai Alastua belum bisa dilewati KA," kata Edy lewat pesan singkat kepada detikcom, Jumat (1/12/2017).

Edy menjelaskan, pada pukul 09.20 WIB jalur hulu dan hilir Km 2+8/9 ketinggian air mencapai 13 cm. Di Km 3+9/4+2 jalur hulu dan hilir ketinggian air 2,5 cm. Kemudian di Km 2+5/6 jalur hulu ketinggian air 12 cm.

Perjalanan kereta yang terdampak genangan sampai saat ini yaitu KA 74 (Harina) Relasi Bandung, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi drngan jumlah penumpang 428 terlambat sekitar 3 jam.

Kemudian KA 162A (Ambarawa Ekspres) relasi Semarang Tawang ke Surabaya Pasar Turi dengan 636 penumpang terlambat sekitar 2 jam. Ada juga KA lokal, KA 246 (Kedung Sepur) relasi Semarang Tawang ke Ngerombo Grobogan dengan 206 penumpang terlambat 65 menit.

Pihak PT KAI Daop 4 Semarang mengambil langkah menggunakan KRD untuk melangsir penumpang ke Stasiun Alastua agar penumpang bisa meneruskan perjalanan

"Penumpang KA Harina dinaikan dgn rangkaian KRD sampai di stasiun Alastua. Selanjutnya di Stasiun Alastua sudah ada rangkaian KA yang siap mengantarkan penumpang Harina sampai di tujuan," jelas Edy.

"Atas nama PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang, mohon maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan perihal tersebut," imbuhnya.

Kondisi sudah kembali normal pada pukul 11.15 WIB.

"Lokasi banjir sudah normal dan bisa dilewati KA dengan kecepatan 5 km/jam. Mohon maaf perihal tersebut," ujar Edy. (alg/sip)