DetikNews
Jumat 01 Desember 2017, 09:21 WIB

Menyicip Nikmatnya Durian Bawor Khas Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Menyicip Nikmatnya Durian Bawor Khas Banyumas Menikmati durian Bhineka Bawor, Banyumas. Foto: Arbi Anugrah
Banyumas - Hari semakin siang, pengunjung silih berganti memadati kios durian milik Sarno Ahmad Darsono di Desa Alas Malang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Kios ini tak pernah sepi pengunjung. Sejak buka pukul 09.00 WIB pagi, orang sudah berdatangan ke kebun, terlebih saat musim panen durian seperti saat ini.

Berbagai jenis durian memang menjadi incaran penggemar buah berbau harum ini. Namun bagi para penggemar buah durian akan semakin penasaran saat melihat tumpukan durian Bhineka Bawor berukuran besar dengan berat bisa mencapai 15 kilogram.

Durian Bhineka Bawor dikenal karena memiliki kulit yang tipis, berbiji kecil, berbuah tebal dengan rasa yang nikmat.

Durian Bhineka Bawor, Banyumas. Durian Bhineka Bawor, Banyumas. Foto: Arbi Anugrah

Rata-rata pelanggan durian Bhineka Bawor datang dari luar kota seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan sengaja menikmati kelezatan durian Bhineka Bawor di kebun milik Sarno. Para pelanggan bebas memilih besar kecilnya durian, setelah dipilih kemudian ditimbang untuk menentukan harganya, setelah itu pelanggan bisa menikmati makan durian.

"Rasa durian yang kental dan khas dengan komposisi rasa Manis yang sangat khas, ketebalan dan kelembutan dagingnya yang luar biasa," kata Ali Rido Mochza, rombongan asal Jakarta yang tengah berkunjung ke Banyumas, Jumat (1/12/2017).

Mereka memilih 15 buah durian Bhineka Bawor. Menurutnya, bentuk durian ini mirip dengan durian Monthong.

Bibit pohon durian Bhineka Bawor, Banyumas. Bibit pohon durian Bhineka Bawor, Banyumas. Foto: Arbi Anugrah

"Bentuknya (durian) hampir mirip dengan durian monthong, tapi untuk rasanya jauh berbeda daging duriannya, warna dan tekstur daging durian bawor kuning keemasan hampir mirip dengan durian petruk dan durian Medan, tapi rasanya jauh berbeda, lebih enak durian bawor ini," ucapnya.

Selain bisa menikmati buah durian Bhineka Bawor, para penggemar buah durian juga bisa belajar teknik menanam durian Bhineka Bawor agar mempunyai rasa yang lezat.

Menurut Budiatno, anak Sarno Ahmad Darsono, pencipta durian Bhineka Bawor, mengatakan jika teknik yang ayahnya ciptakan biasa disebut teknik 'Sarakapita'. Teknik menggabung-gabungkan bibit unggul durian menjadi satu pohon dengan cara okulasi. Teknik inilah yang digunakan untuk menciptakan hasil buah durian Bhineka Bawor.

"Keunggulan teknik ini adalah munculnya rasa baru, pohon akan cepat besar karena banyaknya akar yang mencari makan, pohon tidak mudah roboh," katanya.

Menurut dia, selain menjual buah durian, di kebun milik Sarno juga menjual bibit pohon duren Bhineka Bawor dengan harga Rp 50 ribu untuk bibit pohon yang masih kecil hingga harga Rp 4 juta untuk pohon yang sudah tinggi.

Dia mengatakan pelanggan mulai berdatangan saat musim panen seperti saat ini. Dalam sehari biasanya bisa menjual durian sekitar 1,5 ton hingga 2 ton dengan harga durian yang bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu.

Bibit pohon durian Bhineka Bawor, Banyumas. Bibit pohon durian Bhineka Bawor, Banyumas. Foto: Arbi Anugrah
Terkait stok durian, dia tidak khawatir, karena memiliki ribuan pohon durian bawor. Dalam satu tahun, Sarno bisa panen hingga tiga kali dengan sekali panen bisa menghasilkan hingga 20 ton durian.

"Untuk durian yang ukurannya besar biasanya dilelang. Kemarin ada tiga durian dilelang dan terjual dengan harga Rp 2,7 juta, dibeli oleh pelanggan dari Boyolali," jelasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed