Hari ini, Kamis (30/11/2017), longsor kembali terjadi di Kecamatan Tirtomoyo, tepatnya di Desa Hargosari. Lima rumah terdampak peristiwa tersebut.
"Tidak ada korban jiwa. Upaya yang dilakukan yaitu langkah evakuasi. Yang jelas bagaimana mereka bisa selamat dulu. Kedua, kebutuhan mereka kita cukupi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir terjadi akibat penyumbatan luweng, bisa karena sampah warga atau sampah pertanian. Karena intensitas hujan tinggi, air menjadi naik. Itu hanya satu RW, sekitar 215 jiwa," ujarnya.
Selain itu, terdapat satu desa, yakni Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri yang terisolasi. Akses jalan sekitar desa tersebut tertimbun longsoran tanah.
"Sebenarnya warganya tidak terkena longsor, hanya akses jalannya tertutup. Dropping logistik sudah kami lakukan dengan jalan kaki," kata dia.
Hingga saat ini terdapat 68 desa/kelurahan di 19 kecamatan yang terdampak bencana. Tiga orang meninggal dunia akibat longsor.
Total sebanyak 2.600 jiwa yang berada di posko pengungsian di setiap desa dan kecamatan. Bantuan makanan dan obat-obatan terus berdatangan, baik dari pemerintah maupun sumbangan masyarakat.
"Jumlah pengungsi memang berubah-ubah. Kalau banjir surut, mereka kembali ke rumah. Kalau yang rumahnya rusak tetap di pengungsian. Bantuan masyarakat terus berdatangan, kita arahkan biar tidak terjadi penumpukan di satu titik," pungkasnya. (mbr/mbr)











































