Kepala BPBD Surakarta, Eko Prajudhy Noor Aly, mengatakan kondisi air sungai Bengawan Solo saat ini belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
"Masih belum ada perubahan signifikan. Kita tetap waspada, siaga yang sifatnya mengantisipasi dan evakuasi," kata Eko saat ditemui di Balai Kota Surakarta, Rabu (29/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengungsi berasal dari delapan kelurahan, yakni Sewu, Jebres, Gandekan, Pucangsawit, Sangkrah, Semanggi, Kedunglumbu dan Joyotakan. Pihaknya menyiapkan posko pengungsian di tiap-tiap kantor kelurahan tersebut.
"Kita tetap assessment, memantau kebutuhan pengungsi. Kalau ada yang minta obat panas, sakit kepala, diare. Kita kirim logistik, dapur umum," ujar dia.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengimbau warga bantaran sungai Bengawan Solo untuk segera mengikuti program relokasi pemerintah.
"Yang belum terelokasi segeralah diselesaikan, supaya jangan sampai hanya karena beberapa rumah bisa membanjiri ratusan rumah lainnya," kata wali kota. (sip/sip)











































