Berdasarkan pantauan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Rembang pada Rabu (29/11/17), sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) nampak sibuk mempersiapkan perbekalan untuk digunakan melaut.
Salah seorang nelayan asal Desa Tasikagung Kecamatan Kota Rembang, Paijo mengaku rencananya ia bersama kru kapalnya akan segera berangkat melaut. Menurutnya, kondisi semacam ini audah biasa dilalui nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ombak yang membahayakan kapal ketika tingginya mencapai lebih dari 4 meter. Sedangkan saat ini ia memperkirakan tinggi ombak hanya mencapai sekitar 2 sampai 3 meter.
"Kalau tinggi ombak normalnya ya sekitar 1 sampai 2 meter. Tapi ini kira-kira ya 3 meteran, masih aman buat kita. Sudah biasa juga," imbuhnya.
Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut (Pos AL) Rembang, Lettu Laut (P) Hartono menyebutkan pihaknya telah mengimbau kepada para nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu. Namun, para nelayan masih tetap nekat melaut karena telah mempersiapkan perbekalan.
"Kita akan tetap memantau dari sini. Makanya mereka yang tetap nekad melaut kita minta agar stand by radio untuk komunikasi dengan kita. Kita siaga 24 jam, berbagai antisipasi juga sudah kita siapkan," jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (29/11/17).
Berdasarkan data Pos AL, hari ini saja sudah ada 9 kapal yang telah mengajukan ijin untuk berangkat melaut hari ini. Mereka dianjurkan untuk menepi ketika datang awan hitam saat di tengah laut.
"Disana ada banyak pulau kecil, kita anjurkan untuk jangan jauh-jauh dari pulau itu agar bisa segera menepi ketika datang badai. Karena dikhawatirkan bisa terjadi kejadian yang tidak diinginkan," tambahnya.
Rata-rata nelayan Rembang melaut sampai berhari-hari, mencari ikan di perairan pulau Jawa yang berjatak sekitar ratusan mil dari bibir pantai Rembang. (bgs/bgs)











































