Dedi Mulyadi Sebut Airlangga Berpeluang Nyalon Ketum Golkar

Dedi Mulyadi Sebut Airlangga Berpeluang Nyalon Ketum Golkar

Ristu Hanafi - detikNews
Minggu, 26 Nov 2017 11:29 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
sleman - Sekitar 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar seluruh Indonesia mendesak digelarnya Munaslub untuk menggantikan Setya Novanto. Munaslub juga akan memilih ketua umum yang baru.

Siapa yang bakal berpeluang maju dan mendapat restu. Beberapa nama mulai muncul. Salah satunya Airlangga Hartarto yang saat ini menjabat sebagai menteri perindustrian.

"Pak Airlangga kemarin sudah bertemu presiden, dan berdasarkan pembicaraan saya melalui telepon dengan Pak Pratikno (Mensesneg), menyatakan bahwa presiden mendukung penuh Pak Airlangga maju di Munaslub Golkar. Sudah dapat dukungan dan izin dari presiden," kata Dedi Mulyadi ditemui wartawan sebelum acara Diskusi Panel Ormas Tri Karya Golkar DIY, di University Hotel Sleman, Minggu (26/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkannya, Golkar sebagai partai politik yang mendeklarasikan diri mendukung Presiden Joko Widodo sebagai capres Pemilu 2019, maka Airlangga yang kini menjabat Menteri Perindustrian sebagai representasi Golkar mendukung pemerintah.

Lalu, lanjutnya, Presiden Joko Widodo sebagai representasi pemimpin jaman now yang sangat kuat pengaruhnya di media sosial, pemimpin kerakyatan, dan pekerja keras, maka Golkar harus mengadaptif kemampuan Jokowi tersebut.

"Hal itu harus jadi nafas Partai Golkar," ujar Bupati Purwakarta ini.

Ia meyakini jika Airlangga maju dalam pencalonan, maka DPD II dan DPD I akan mendukungnya.

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar DIY, Gandung Pardiman menambahkan, Airlangga memiliki track record yang bersih.

"Kita akan gelorakan Pak Airlangga sebagai pemimpin, dia sejuk, bersih. Dan dia kemarin Pak Jokowi menarik (Airlangga) jadi kabinet minta rekomendasi KPK, jadi menteri ada rekomendasi KPK kalau dia orang bersih tak ada noda-noda korupsi, demi recovery Golkar," tandas Gandung.

Gandung mendorong pengurus dan kader di daerah secepatnya menggalang kekuatan untuk menyelamatkan dan membawa perubahan Partai Golkar.

"Target kami di daerah Golkar segera diselamatkan, jika tidak Golkar akan jadi dinosaurus, dulu pernah ada dinosaurus yang besar, sekarang seperti ini," ujarnya.

Dalam diskusi panel ini, diakuinya untuk mencari kata kunci yakni Munaslub yang tak bisa ditawar lagi. Jika langkah DPP membahayakan keselamatan partai, maka ia akan mendorong DPD I membekukan kepengurusan DPP.

"Membuat presidium, diisi orang-orang DPD I, senior-senior, pecinta Golkar untuk menyelamatkan Golkar. Siapapun yang membahayakan partai harus diberi sikap tegas," pungkas Gandung.


(bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads