Korban meninggal dunia adalah kernet truk atas nama Sigit (23), warga Desa Sukorini, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Sedangkan sopir truk, Dwi Hartanta (21) warga Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten luka serius. Puluhan penumpang bus luka-luka saat ini juga dirawat di rumah sakit.
"Data yang kami peroleh saat ini ada 1 orang meninggal dunia, 4 luka berat, dan 34 luka ringan. Data itu masih akan kami update terus agar kami bisa memberikan bantuan sebagaimana mestinya," kata Ketua Pelayanan Jasa Raharja wilayah Kebumen dan Purworejo, Erwin Gunawan kepada detikcom, Jumat (24/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk yang meninggal dunia maupun yang luka-luka ada santunan. Biaya perawatan juga ditanggung," katanya.
Seperti diwartakan sebelumnya, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Jumat pagi tadi antara bus Efisiensi dengan nopol AA 1492 ED yang membawa rombongan wisata SDN Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dengan truk Nopol B 9787 KDC tanpa muatan.
Kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan Dwi Hartanta (21) warga Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Klaten yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur atau dari Yogyakarta ke arah barat. Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba truk oleng dan berjalan ke arah kanan sehingga menabrak bus dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Wildan (28) warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Akibat kejadian tersebut, kernet truk atas nama Sigit (23), warga Desa Sukorini, Prambanan, Kabupaten Klaten meninggal dunia. Sementara itu sopir truk mengalami patah kaki kanan. Sedangkan puluhan korban lainnya mengalami luka ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Rizky Amalia, Temon, Kulonprogo. (bgs/bgs)











































