DetikNews
Jumat 24 November 2017, 13:49 WIB

Polisi Semarang Ciduk Emak-emak yang Selundupkan Sabu di Mulut Mujaer

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Polisi Semarang Ciduk Emak-emak yang Selundupkan Sabu di Mulut Mujaer Jumpa pers kasus narkoba di Polrestabes Semarang.Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Seorang ibu rumah tangga dibekuk polisi karena berusaha menyelundupkan sabu ke terdakwa di Pengadilan Negeri Semarang. Perempuan bernama Sri Cahyani (31) itu menyelipkan sabu di makanan berupa ikan mujaer.

Peristiwa terjadi hari Selasa (21/11) lalu pukul 11.30 WIB. Saat itu Sri datang membawa bungkusan yang akan diserahkan ke terdakwa di sel Pengadilan Negeri Semarang yang sedang menunggu sidang.

"Kami mendapatkan info ada yang berupaya memasukkan narkoba ke kantor pengadilan. Petugas melakukan pengamatan diketahui ada ibu rumah tangga berusia 31 tahun," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Semarang, Jumat (24/11/2017).

Bungkusan makanan diletakkan Sri di depan sel. Tidak lama kemudian petugas Sat Reskrim Narkoba Polrestabes Semarang yang sudah bersiaga segera menangkap Sri dan membuka bungkusan tersebut.

"Saat digeledah, ada 0,5 gram sabu yang diselipkan di mulut ikan mujaer. Satu lagi ada 1 gram di dalam bungkus permen," tandasnya.

Sri ternyata hendak mengantarkan sabu tersebut untuk kekasihnya, Arif Junaidi yang sedang menunggu sidang kasus narkoba. Sri mengaku sudah berhubungan dengan Arif selama 6 bulan meskipun dirinya masih bersuami dan memiliki 3 anak.

"Iya sama dia (Arif). Sama dia sudah 6 bulan. Dia membantu saya, ekonomi," kata Sri.

Sabu itu ternyata tidak hanya untuk Arif, tapi juga akan dibawa Arif ke Lapas Kedungpane Semarang tempatnya ditahan lalu diberikan kepada narapidana lainnya bernama Kiko.

Sedangkan sabu itu didapat Sri juga dari narapidana Lapas Kedungpane bernama Anang lewat perintah telepon dan mengambil barang di lokasi yang ditentukan.

"Dapat untung Rp 150 ribu per gram," aku warga Bandarharjo, Semarang Utara itu.

Kini Sri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

"Dia ini pengedar juga pengguna," tegas Kapolrestabes Semarang.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menambahkan, terdakwa yang hendak diberi sabu oleh Sri yaitu Arif pengedar narkoba yang dibekuk Sat Res Narkoba Polrestabes Semarang 27 Agustus 2017 lalu.

"Arif ditangkap sekitar pukul 02.00 WIB di Mlatiharjo Semarang dengan barang bukti 8,37 gram sabu," kata Hanafi.

Modus menyelundupkan sabu ke tahanan setidaknya sudah terjadi 7 kali selama 2017 di Kota Semarang. Di Pengadilan Negeri sudah 2 kali terjadi, di Lapas Kedungpane sudah 3 kali, dan di tahanan Polrestabes Semarang sendiri terjadi 2 kali dan semua digagalkan.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed