DetikNews
Kamis 23 November 2017, 17:11 WIB

Melihat Bangunan Bekas Stasiun Bringin yang Memprihatinkan

Eko Susanto - detikNews
Melihat Bangunan Bekas Stasiun Bringin yang Memprihatinkan Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Di Kabupaten Semarang ada satu stasiun kereta api (KA) yang sudah tak terpakai lebih dari 40 tahun. Bekas bangunan Stasiun KA Bringin yang ada di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, kondisinya memprihatinkan. Selain, tak terawat juga dipenuhi dengan berbagai coretan.

Pantauan detikcom di lokasi terlihat bekas bangunan Stasiun Bringin ini di sekitarnya ditumbuhi rerumputan. Kemudian, kondisi bangunan yang sudah tua termakan usia dan dindingnya terdapat coretan-coretan. Cat dinding bangunan warga putihnya mulai memudar tak nampak putih lagi.
Bangunan bekas Stasiun Bringin milik PT KAIBangunan bekas Stasiun Bringin milik PT KAI Foto: Eko Susanto/detikcom

Selain itu, untuk atap bangunan sebagian telah mulai rusak. Kemudian di dinding bagian depan ada papan tanda yang menyatakan aset PT Kereta Api Indonesia (KAI). Adapun tanah stasiun: M dan bangunan stasiun: M dengan nomor register: 178/UUK/BD.

Kemudian terdapat pula tuas penggerak sinyal kereta api yang sudah tidak berfungsi dan karatan. Konon kabarnya Stasiun Bringin ditutup semenjak 1976. Sedangkan tak jauh dari Stasiun Bringin, juga terdapat rumah dinas kepala stasiun, namun kondisinya juga memprihatinkan karena termakan usia.

"Bangunan bukan mangkrak, ini masih dalam tahap progres," kata Manajer Humas KAI Daops 4 Semarang, Edy Koeswoyo saat dihubungi menjelaskan dengan singkat sembari menyebut akan ada rapat, Kamis (23/11/2017).

Sementara itu, peneliti dari Laboratorium Transportasi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, kebangkitan Stasiun Bringin tergantung dari proses reaktivasi Jalur Kedungjati-Tuntang sepanjang 30 Km.

"Reaktivasi sudah dimulai tahun 2014, namun hingga sekarang belum selesai. Jalur ini strategis buat pengembangan aglomerasi Kedungsepur," kata Djoko dalam pesan singkatnya kepada detikcom.

Keberadaan Stasiun Bringin, kata Djoko, nantinya bisa berkembang sebagai pusat ekonomi seperti masa lalu.
Bekas bangunan Stasiun Bringin tak terawatBekas bangunan Stasiun Bringin tak terawat Foto: Eko Susanto/detikcom

"Warga sekitar Bringin tidak hanya bisa ke Semarang, tapi bisa ke Solo karena di Stasiun Kedungjati sudah berhenti kereta Semarang-Solo," ujarnya.



(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed