DetikNews
Rabu 22 November 2017, 19:25 WIB

Korupsi, Eks GM Angkasa Pura I Bandara Yogya Dieksekusi ke Lapas

Ristu Hanafi - detikNews
Korupsi, Eks GM Angkasa Pura I Bandara Yogya Dieksekusi ke Lapas Ilustrasi (Robby Bernardi/detikcom)
Sleman - Tim dari Kejaksaan Negeri Sleman, Kejaksaan Tinggi DIY, dan Kejaksaan Agung mengeksekusi eks General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Bambang Sugito, ke Lapas Wirogunan, Yogyakarta, Rabu (22/11/2017). Bambang dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi sewa konter dagang di Bandara Adisutjipto pada 2003-2004.

"BS (Bambang Sugito) kita eksekusi setelah putusan kasasi Mahkamah Agung menguatkan vonis pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Sleman selama satu tahun penjara," kata Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Dyah Retnowati Astuti, ketika dihubungi detikcom, sore tadi.

Dijelaskannya, kasus yang menjerat Bambang berawal pada 2003 ketika dia menjabat GM Angkasa Pura I Cabang Bandara Adisutjipto. Selaku GM, ia berwenang menerbitkan izin prinsip, tanda tangan kontrak, dan memperpanjang kontrak sewa konter dagang dengan mitra kerja pihak ketiga yang membuka usaha di bandara.

Dari total 36 konsesioner atau mitra usaha saat itu, salah satunya adalah UD Boga Sari Asli milik Emi Rahayu, yang membuka toko buku dan kafe. Sesuai kontrak sewa, Emi wajib membayar uang sewa ruang, listrik-air-telepon, dan uang konsesi sesuai kontrak. Pembayaran dilakukan melalui kasir.

Namun Bambang Sugito, di luar kewenangannya, juga meminta uang kepada Emi padahal tidak miliki saham pada UD Boga Sari Asli senilai total Rp 47,7 juta. Atas perbuatannya itu, ia dilaporkan dan diproses hukum yang berlanjut masuk persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada 2008.

Oleh PN Sleman, pada 15 April 2009, Bambang Sugito divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pidana penjara satu tahun dan denda Rp 50 juta.

"Setelah putusan PN Sleman, BS menempuh upaya hukum lanjutan berupa banding dan kasasi. Hingga akhirnya keluar putusan berkekuatan hukum tetap yang tetap menghukum pidana penjara," jelas Dyah.

Asisten Intelijen Kejati DIY, Tri Karyono, kepada wartawan menambahkan, proses eksekusi berlangsung lancar karena yang bersangkutan kooperatif ketika dijemput tim jaksa di rumahnya di wilayah Sleman.

"Setelah dijemput langsung dibawa ke Lapas Wirogunan," jelasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed