Ganjar datang mengajar di SMK Muhammadiyah Pamotan, Kabupaten Rembang, Rabu (22/11/17). Pada saat itulah seorang siswi bernama Putri, kelas X Jurusan Akuntansi, dengan lugu mempertanyakan keterlibatan sang gubernur dalam kasus e-KTP.
"Pak Ganjar, saya salah satu yang mengidolakan bapak. Saya doakan 2018 terpilih lagi. Saya mau tanya, apakah bapak terlibat dalam tuduhan kasus e-KTP itu?" tanya Putri kepada Ganjar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar rupanya membawa bukti salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) politikus Hanura, Miryam S Haryani, terkait pemberian suap e-KTP kepada sejumlah anggota Komisi II DPR. Diketahui, BAP Miryam saat diperiksa KPK itu telah bocor ke publik beberapa waktu lalu. Dia langsung meminta Putri untuk membacanya.
Tak hanya Putri, sejumlah pejabat Pemkab Rembang serta provinsi dan para guru juga melihat dengan teliti BAP itu. Dalam BAP itu dijelaskan, dari sekian banyak anggota Komisi II DPR, hanya Ganjar Pranowo yang mengembalikan uang.
"Saya tanya, jadi siapa yang mengembalikan uang?" tanya Ganjar kepada Putri.
Putri pun dengan cepat menjawab. "Ganjar Pranowo. Itu Anda, " ucapnya.
"Nah, jadi (seperti dalam BAP), saya terima (uang) tidak?, " tanya Ganjar lagi yang dijawab tidak oleh siswi yang ditirukan serentak siswa lainya.
Ganjar mengaku, ketika ditanya soal tuduhan terhadap dirinya terlibat dalam kasus e-KTP tidak mau dengan bantahan. Bermodal BAP dari Miryam tersebut sang penanya diminta untuk mengartikan sendiri pertanyaannya.
"Ini BAP saksi (Miryam S Haryani) yang sekarang terpidana. Saya bawa (BAP) ini ke mana-mana sampai lecek kayak gini. Rasa-rasanya kalau saya dituduh korupsi dan saya korupsi lebih baik saya mundur jadi gubernur, malu saya jadi gubernur," kata Ganjar. (mcs/mbr)











































