Pesawat Tempur Bisa Mendarat di Bandara NYIA Kulon Progo

Pesawat Tempur Bisa Mendarat di Bandara NYIA Kulon Progo

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 22 Nov 2017 15:08 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Foto: Usman Hadi/detikcom
sleman - Keberadaan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo dalam kondisi darurat nantinya akan bisa dipakai untuk pendaratan pesawat tempur. Sebab landasan pacu bandara tersebut cukup panjang.

"Dengan panjang landasan 3.600 (meter) ini memungkinkan (dipakai) pada saat negara dalam keadaan darurat. Sehingga pesawat tempur sejenis F-16, Sukhoi bisa mendarat," kata GM AP I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama kepada wartawan seusai FGD di Wisma Adisutjipto Yogyakarta, Rabu (22/11/2017).

"Artinya dalam keadaan darurat dan normal bisa digunakan dalam rangka pertahanan negara, maka fasilitas itu pasti bisa digunakan. Bagaimana nanti kontrolnya, karena di sana (NYIA) satuan kita berdekatan dengan satuan radar (milik TNI AU)," lanjut dia.

Oleh karenanya, kata Pandu, nantinya NYIA di Kulonprogo akan dilengkapi dengan Military-Civil Collaboration (MCC). Selanjutnya juga ada Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) yang mengontrol seluruh aktivitas di NYIA dalam satu ruangan.

"Mungkin nantinya TNI sebagai penyelenggara pertahanan negara juga bisa berkolaborasi dengan kami yang sipil di bandara," ungkapnya.

Sementara itu Komandan Lanud Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga menambahkan, keberadaan NYIA di Kulonprogo nantinya bisa menjadi alternatif saat TNI melakukan operasi udara.
Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan SamyogaDanlanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga Foto: Usman Hadi/detikcom

"Ada yang perlu ditambah, seperti misalnya agar pesawat tempur bisa mendarat dengan aman, pemasangan senjata juga aman, itu harus suatu area di mana pesawat tempur bisa standby di situ," paparnya.

Selain itu harus ada MCC (Military-Civil Collaboration). "Di situ nanti di bandara ada radar dan sebagainya. Nah radar juga nantinya akan disinergiskan dengan radar yang dimiliki TNI AU," pungkasnya. (bgs/bgs)