DetikNews
Senin 20 November 2017, 18:08 WIB

Ke Boyolali, Mengunjungi Budidaya Lebah Jawa yang Mulai Langka

Ragil Ajiyanto - detikNews
Ke Boyolali, Mengunjungi Budidaya Lebah Jawa yang Mulai Langka Budidaya lebah Jawa yang makin langka (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Sri Mardiyati di Boyolali sudah 5 tahun membudidayakan lebah madu Jawa. Tujuannya tak sekadar bisnis, namun juga ada nilai edukasi karena koloni lebah ini semakin langka saat ini. Menurutnya, budi daya lebah Jawa jauh lebih sulit dibanding lebah madu pada umumnya.

Di pekarangan seluas 4.000 meter persegi di samping rumahnya di Karangbulu Mudal, Boyolali Kota, ada sekitar 100 gelodok atau kotak kayu, sebagai tempat sarang lebah. Lebah itu bisa dipanen setelah berumur 3 sampai 4 bulan.

"Lebah Jawa saat ini memang sudah agak langka, karena budidayanya juga memang sangat sulit," kata Sri Mardiyati kepada detikcom Senin (20/11/2017).

Ke Boyolali, Mengunjungi Budi Daya Lebah Jawa yang Mulai LangkaFoto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Banyak tantangan yang dihadapi dalam budidaya lebah Jawa. Antara lain adanya hama seperti semua, burung, cicak, lebah besar dan kupu-kupu. Bahkan, tak jarang lebah itu juga pergi meninggalkan sarang setelah dipanen.

"Setelah kami panen, ada dua kemungkinan. Bisa juga lebah itu berkembang biak ketika kami pijah. Tetapi bisa juga lebah itu punah, karena setelah kami panen lebah itu pergi," jelasnya.

Tantangan berikutnya, usia lebah jawa hanya 80 hari. Setelah 80 hari lebah akan mati. "Maka terus terang budidaya lebah ini agak susah," paparnya.

Untuk pemasarannya, Sri Mardiyati, mengaku tidak menjualnya melalui toko-toko. Namun, konsumen bisa datang langsung dan bahkan diajak untuk memanen. Selain itu memang titik berat budidaya lebah Jawa itu, baginya, adalah lebih menekankan untuk edukasi.

"Budidaya lebah ini kami gunakan untuk melatih adik-adik Pramuka, Menwa, pelajar dan pemuda secara gratis. Minimal mereka bisa mengenal lebah," ujar guru SMA Negeri 2 Boyolali ini.

Ke Boyolali, Mengunjungi Budi Daya Lebah Jawa yang Mulai LangkaFoto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Ada perbedaan budidaya lebah lokal dengan lebah Australia yang secara umum dibudidayakan orang saat ini. Lebah sama-sama ditempatkan di gelodok atau kotak kayu, namun pada gelodok lebah madu Australia diberi sekat-sekat dari kasa sebagai sarangnya.

Sedangkan pada lebah Jawa, si lebah membuat sarang sendiri yang disebut tala. Bukaan kotak bukan dari atas, tapi dari samping. Pintu bukaannya dari jaring kawat sehingga lebah bisa dengan mudah masuk. Jaring kawat kemudian ditutup menggunakan kardus. "Lebah bisa berkembang maksimal di dalam kotak," ucap dia.

Ke Boyolali, Mengunjungi Budi Daya Lebah Jawa yang Mulai LangkaFoto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Menurut dia, lebah yang dibudidayakan bisa hidup dengan baik jika didukung lingkungan yang sekitarnya banyak tumbuh berbagai tanaman yang menjadi nektar.

"Lebah ini bisa hidup jika ada nektar. Makanan yang dicari lebah yang berasal dari bunga-bunga. Di sekitar banyak sekali tanaman jagung, kelengkeng, jambu yang mendukung untuk nektar ini," tandasnya.

Hardono, yang setiap hari mengelola budidaya lebah tersebut menjelaskan secara mudah membedakan lebah Jawa dengan lebah Australia. Lebah Jawa lebih kecil dan lebih hitam, sedangkanlebah Australia lebih besar dan kuning. "Lebah Jawa juga lebih galak," kata dia.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed