Papan harga sembako yang dipasang di tengah pasar ini memberikan informasi mengenai harga-harga sejumlah barang yang dijual di pasar. Hal ini dilakukan agar masyarakat tahu harga di pasar dan untuk mencegah terjadi ulah spekulan.
"Papan harga ini menjadi yang terbaru dan dibuat untuk menghindari ulah spekulan harga sekaligus memberi informasi kepada masyarakat tentang harga-harga yang dijual. Jadi, akan kelihatan kalau harganya ternyata tidak sesuai," kata Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, kepada detikcom di Magelang, Senin (20/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada total sebanyak 17 bahan pokok yang harganya dipasang di papan harga. Seperti gula, daging, sayuran, minyak, dan lainnya," kata Joko.
Menurutnya papan harga tersebut ditempatkan di satu titik, di tengah pasar. Harga sembako yang dipasang di papan harga merupakan update harga terbaru. Dengan demikian, para pembeli bisa tahu harga sembako ketika ada kenaikan ataupun penurunan.
"Pembeli juga jadi tahu harga standar atau harga normal di pasaran, sehingga tidak sampai beli sembako kemahalan," imbuh Joko.
Mengenai soal kebersihan pasar, Sigit mengatakan ada puluhan petugas kebersihan. Namun pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pembinaan agar pedagang bisa membersihkan lingkungan tempat berjualan masing-masing tanpa bergantung petugas kebersihan. Ada juga petugas keamanan yang berjaga 24 jam.
"Kami ingin memberikan kesan bahwa pasar tradisional seperti Pasar Rejowinangun sudah berbenah, tidak seperti pasar tradisional pada umumnya. Kami ingin membangkitkan budaya warga berkunjung ke pasar tradisional. Los untuk sayuran, daging dan sembako lainnya juga tertata dengan baik," jelasnya.
Pasar yang terletak di Jalan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang ini termasuk lima pasar tradisonal terbaik se-Indonesia. Pasar terbesar se-eks Karesidenan Kedu ini juga meraih penghargaan Pancawara sebagai pasar terbaik tingkat nasional kategori jumlah pedagang di atas 500 orang. (bgs/bgs)











































