DetikNews
Senin 20 November 2017, 07:56 WIB

Nasib Tragis Gadis Difabel di Yogya Tewas Usai Dirampok dan Diperkosa

Usman Hadi - detikNews
Nasib Tragis Gadis Difabel di Yogya Tewas Usai Dirampok dan Diperkosa Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Bantul - Difabel tuna rungu dan wicara di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dirampok, diperkosa dan dibunuh, Sabtu (18/11). Korban ditemukan tewas di kamarnya dengan kondisi tanpa busana.

"Korban diduga diperkosa," kata Kapolsek Sedayu, Bantul Kompol Sugiarta saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (19/11).

Kejadian ini pertama kali diketahui kakak korban, Sabtu (18/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Waktu itu pintu rumah yang biasanya terkunci dalam kondisi terbuka, setelah dicek adiknya sudah terkapar di kamar.

"Korban diduga dibunuh dengan cara dicekik karena ada bekas hitam di lehernya," imbuh Sugiarta.


Memang biasanya tiap pagi rumah korban terkunci karena orangtuanya berjualan di pasar. Untuk berjaga-jaga, orangtua korban selalu berpesan ke anaknya untuk selalu mengunci pintu.

"Biasanya (anak saya) tiap hari membuat kerajinan dari kertas di depan jendela. Barangkali terus digedor pintunya (sama pelaku), nah sama anak saya langsung dibuka," jelas ayah korban.


Sang ayah menduga sebelum dibunuh, anaknya yang berusia 27 tahun ini diminta memberitahukan tempat barang-barang berharga disimpan. Tetapi karena tidak mau akhirnya anaknya dibunuh.

"Pelaku mengambil emas 5 gram, uang sekitar 4 juta di laci almari, sama TV Flat 24 inch," ungkapnya.

Korban akhirnya dimakamkan di TPU dekat kediamannya, Minggu (19/11) siang. Sesuai memakamkan putrinya, pria ini menyampaikan harapannya.

"Harapan saya kepada polisi, semoga pembunuh anak saya segera ditangkap. Saya minta pelaku dihukum semaksimal mungkin," ujarnya sambil berkaca-kaca.

Kepolisian hingga kini terus memburu pelaku. Polisi menduga pelaku adalah orang luar, bukan tetangga apalagi keluarga korban.

"Mungkin (pelaku) teman korban atau kenalan korban," ucap Sugiarta.

Untuk memburu pelaku, kata Sugiarta, kasus ini kini diambil alih Polres Bantul dan dengan dibantu jajaran Polda DIY.

"Ditunggu saja, nanti kan ada hasilnya," pungkas dia.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed