Aksi warga dilakukan dengan membuat barikade dengan memasang tali yang diberi pohon bambu, Selasa (7/11/2017). Aksi penghentian pembangunan proyek tol dilakukan ditengah jalan tol yang ada di desa itu. Warga yang kebanyakan para petani itu, awalnya hanya memasang tali untuk menghentikan truk maupun alat berat yang lewat.
Kemudian sepeda motor ditata berjajar, terus tali rafia tersebut dipasangi pohon bambu. Warga pun sambil berteriak-teriak minta dibuatkan jalan untuk akses menuju lahan persawahan yang berada di seberang proyek tol.
"Warga hanya ingin dibuatkan jalan setapak yang memudahkan akses menuju sawah. Yang sekarang ini cuma dibuatkan irigasi, bagi kami penting jalan setapak," kata Pardi (48), warga Krajan, Desa Kemetul di sela-sela aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu dilakukan pertemuan di balai desa disepakati, tapi kenyataannya tidak dibangunkan," kata Agus.
Selain itu, katanya, ada pembuatan pagar duri pembatas dari besi dan beton di persawahan. Pemasangan pagar pembatas itu mundur dari garis pembatas sebelumnya.
Atas aksi ini, aktivitas pengerjaan jalan tol dan alat berat berhenti. Sejumlah truk yang membawa material praktis berhenti dan berputar arah. (bgs/bgs)











































