DetikNews
Minggu 05 November 2017, 17:08 WIB

Menteri PUPR Tinjau Titik Kritis Tol Trans Jawa di Pekalongan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Menteri PUPR Tinjau Titik Kritis Tol Trans Jawa di Pekalongan Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
pekalongan - Sebagian ruas tol Batang-Pemalang sepanjang 4 km menjadi titik kritis tol Trans Jawa. Jika ruas tersebut tidak bisa diatasi, maka pembangunan tol yang menghubungkan Jakarta-Surabaya tidak akan sempurna.

Hal itu diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat meninjau tol ruas Batang-Pemalang tepatnya di Desa Sembung Jambu, Kabupaten Pekalongan.

Di Desa itulah sepanjang 4 km diberlakukan teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) atau teknologi untuk mengurangi kadar air maupun udara di dalam tanah. Cara kerjanya air disedot sehingga mengurangi kadar air pada butiran tanah sehingga dapat mempercepat penurunan jangka panjang dan perbedaan penurunan.

Menteri Basuki menjelaskan, konsorsium dalam proyek sepanjang 39,2 km tersebut adalah PT Waskita Karya dan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ). Dari puluhan kilometer itu, ada 4 km harus divakum dan sisanya menggunakan sistem seperti biasanya yaitu preloading.

"Ini dengn vakum seperti Palindra, Palembang Indralaya, tanpa preloding," kata Basuki di Desa Sembung Jambu, Kanupaten Pekalongan, Minggu (5/11/2017).

Menurut Basuki, lokasi yang harus divakum itu merupakan lokasi yang kritis dan berpengaruh untuk tersambungnya Tol Trans Jawa. Jika ruas yang harus divakum itu tidak teratasi, maka tol Trans Jawa tidak sempurna.

"Di ruas Tol Trans Jawa, ini yang agak kritis, ini enggak bisa, berarti Trans Jawa belum sempurna," tegasnya.
Penyelesaiam proyek jalan tol di pekalonganPenyelesaiam proyek jalan tol di pekalongan Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Meski demikian saat ini progres pembangunan ruas tol dengan nilai investasi Rp 6 triliun itu sudah berjalan 50%. Basuki menegaskan agar pada Mudik 2018 tidak ada lagi jalur darurat di sana, melainkan jalan tol yang sudah jadi meski belum operasi penuh.

"Keseluruhan 50%. Sisa waktu November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei, 7 bulan Insya Allah untuk badan jalan bisa," katanya.

"Juli untuk mudik saya tidak ingin ada darurat, sudah bentuk tol walau belum operasi," imbuh Basuki.

Secara keseluruhan, lanjut Basuki, pada tahun 2018 tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Surabaya sudah terhubung. Menurut Basuki berbagai permasalahan terutama pembebasan lahan sudah teratasi.
(alg/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed