Pelaku adalah Syarenie (31). Petistiwa itu terjadi di rumah kontrakan Syarenie (31) di Desa Bojong Minggir RT 07 RW 04, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/11/2017). Setelah melukai anaknya, pelaku berteriak histeris sehingga memancing perhatian warga.
"Ia (pelaku) menjerit histeris meminta tolong sembari membopong anaknya yang mengeluarkan banyak darah. Luka di bagian perut. Anaknya diam aja, keluar banyak darah. Lalu kita bawa ke rumah sakit," Ujar Rosadi (50), tetangga korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku di ruang tahanan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom) |
Petugas kepolisian yang mendapat laporan warga segera mengamankankan Syarenie ke Mapolsek Bojong. Di Mapolsek, ternyata Syarenie juga masih terus berbuat ulah. Bahkan, ruang penyidikan sempat diamuk pelaku, sebelum akhirnya di bawa ke ruang tahanan.
Tidak sampai di situ saja, pelaku di dalam ruang tahanan menjerit-menjerit meminta dikeluarkan, ingin melihat anaknya. Bahkan, pelaku sempat membuka baju dan celananya telanjang bulat, agar dilepaskan oleh polisi.
"Setelah dilakukan pemeriksaan pada saksi-saksi, dikatakan pelaku depresi. Kita akan bawa pelaku ke Rumah Sakit Djunaed untuk pemeriksaan kejiwaan pelaku. Nanti tunggu hasilnya," jelas Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto.
Sementara itu, kondisi korban masih mendapat penanganan medis di RSI Pekajangan, karena mengalami luka yang cukup serius di bagian perutnya. (mbr/mbr)












































Pelaku di ruang tahanan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)