Seru, Menristekdikti dan Gubernur Ganjar Main Jadi Wayang Orang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 04 Nov 2017 01:15 WIB
Ganjar dan M Nasir di atas panggung. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Menristekdikti, M Nasir, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, didapuk menjadi Bathara Bromo dan Sang Hyang Wenang dalam pementasan wayang orang. Selain mereka ada pejabat lain dan 60 guru besar Universitas Diponegoro (Undip) juga kebagian peran.

Pertunjukan dengan lakon 'Semar Mbangun Kahyangan' tersebut memang cukup menghibur karena diperankan oleh pejabat terkenal. Selain M Nasir dan Ganjar, ada pula Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono, sebagai Prabu Kresna dan Rektor Undip, Yos Johan, yang beperan sebagai Sang Hyang Guru.

Sutradara pentas tersebut adalah Danang Respati dari grup Wayang Orang (WO) Ngesthi Pandowo. Cerita dibawakan tidak terlalu serius karena dibumbui canda dan membuat ratusan penonton terhibur.

Seru, Menristekdikti dan Gubernur Ganjar Main Jadi Wayang OrangGanjar berdialog dengan pemain Punakawan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Sebanyak 60 guru besar kebagian berbagai peran dan paling banyak sebagai penari dan prajurit. Sedangkan Ganjar muncul berdialog bersama Punokawan termasuk tokoh utama, Semar. Dialog berlangsung gayeng dan mengalir.

Demikian pula dengan Menristekdikti, M Nasir. Ia luwes mengucap dialog dan melakukan adegan pertarungan. Sri Puryono dan Rektor Undip pun memerankan bagiannya dengan baik.

M Nasir mengatakan dirinya tanpa persiapan untuk pementasan hari ini. Namun tidak ada grogi karena ini sudah yang kedua bagi M Nasir berperan di wayang orang.

"Tanpa persiapan, hapal. Grogi sih tidak, wong ada Pak Gubernur. Saya hanya dikasih teks saja," kata M. Nasir, Jumat (3/11/2017) malam.

Seru, Menristekdikti dan Gubernur Ganjar Main Jadi Wayang OrangDi balik layar (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Di akhir pementasan, Gubernur Ganjar memberikan narasi dan himbauan agar tetap menjaga daerah masing-masing layaknya Semar menjaga kahyangan.

"Ini dalam rangka Dies Natalis ke 60 Undip sekaligus untuk nguri-uri budaya," tandas M Nasir. (alg/mbr)