"Sudah 14 tahun. Diobatkan ke mana-mana enggak jodo," kata adik Asih, Karmijah.
Karmijah mengatakan awalnya Asih hanya merasakan sakit seperti pada umumnya, namun lamai kelamaan makin susah berjalan. Konsultasi ke rumah sakit dan menggunakan pengobatan alternatif sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita yang hidup bersama anak perempuan dan orang tuanya yang sudah renta itu sebenarnya sudah terdaftar kartu jaminan kesehatan nasional dan juga terdaftar menjadi warga kurang mampu, namun belum bisa memanfaatkannya.
Kondisi fisik Asih yang sudah lemah juga membuat keluarga tidak berani sembarangan membawa menggunakan mobil atau transportasi lainnya.
"Ini jalannya timik-timik (pelan-pelan) sekarang," ujar Karmijah.
Asih saat ini sudah dijemput Ambulance Hebat milik Pemkot Semarang datang bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (2/11/2017) malam. Kepada Wali Kota Hendrar Prihadi, Karmijah menjelaskan kondisi Asih. Sedangkan Asih duduk lunglai di sampingnya dan tidak bisa diajak komunikasi. Tidak berapa lama Asih dibopong ke ambulans gratis yang sudah ada tim medis di dalamnya.
![]() |
Asih segera dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk penanganan. Sedangkan untuk biaya, Asih akan dicover program baru Pemkot Semarang yaitu Universal Health Coverage (UHC) yaitu program pengobatan gratis untuk warga Kota Semarang.
"Dengan UHC, semua rumah sakit di Kota Semarang bisa, selama kelas 3," kata Hendi panggilan akrabnya itu.
Hendi mengatakan, dirinya mengetahui kondisi Asih yang lumpuh 14 tahun dari laporan warga yang tercatat di database Dinas Kesehatan Kota Semarang. Ia pun berharap warga Semarang peduli dengan tetangganya dan jika menemukan warga yang sakit parah bisa lapor ke Dinkes.
"Ini penting ketemu tetangga kita yang situasi ekonominya tidak baik, sebagai warga Semarang yang baik bisa info ke Dinkes," pungkasnya.
"Ini (Asih) dibawa tim Ambulance Hebat, semoga bisa ditangani dan kumpul dengan keluarga lagi," imbuh Hendi.
Untuk diketahui, UHC diluncurkan hari Rabu (1/11) kemarin dan ternyata membuat kantor Dinkes "diserbu" warga siang tadi. Warga khawatir tidak kebagian kuota biaya berobat gratis. Padahal Hendi menjelaskan, tidak ada kuota atau batas waktu sehingga para pendaftar yang sehat bisa mendahulukan yang masih sakit dahulu. (alg/bgs)