Sebelum dibawa petugas Satlantas Polrestabes Semarang, Rahayu dan temannya diamankan di Mapolsek Semarang Tengah. Di sana Rahayu melajukan mobil warna putihnya itu dengan kecepatan sekitar 40 km/jam.
"Kecepatan paling 40 kurang," kata Rahayu di Mapolsek Semarang Tengah, Kamis (2/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Simpang Lima, Jalan Pahlawan, beli sempolan terus mau cari sate. Sama temenku. Tiba-tiba Ada yang nabrak aku 'jeder' dari sebelah kanan. Dia kebalik," ujarnya.
Rahayu mengaku mobilnya yang ditabrak oleh ambulans, sedangkan kondisinya saat mengemudi ia tidak menjelaskan. Rahayu hanya meyakinkan saat itu laju kendaraannya tidak cepat.
"Seandainya aku mabuk pun, aku enggak berani to mas," tandas Rahayu.
Untuk diketahui, di dalam ambulans yang terguling tersebut ada pasien seorang bayi bernama Abidzar Rasya Ubaidillah dan ibunya. Mereka dalam perjalanan menuju RSUP dr Kariadi Semarang karena dirujuk dari RSUD Kartini Jepara.
"Setelah kecelakaan di Jalan Pemuda, pasien tidak apa-apa. Ibunya juga tidak apa-apa. Sekarang pasien diantar ke ruang rawat inap di HCU," kata Vivi Vira, humas RSUP dr Kariadi Semarang
Saat ini peritiwa tersebut ditangani oleh Satlantas Polrestabes Semarang. Diketahui tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. (alg/bgs)











































