Ada Program UHC, Kantor Dinkes Kota Semarang 'Diserbu' Warga

Ada Program UHC, Kantor Dinkes Kota Semarang 'Diserbu' Warga

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 02 Nov 2017 15:03 WIB
Ada Program UHC, Kantor Dinkes Kota Semarang Diserbu Warga
Hendi bersama para pendaftar UHC. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang dibanjiri warga yang ingin mengikuti program baru yaitu Universal Helath Coverage (UHC) alias pembiayaan pengobatan gratis. Mereka takut tidak bisa mendapatkan kemudahan tersebut dan memilih mengantre secepatnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi, sampai datang langsung ke kantor di Jalan Pandanaran tersebut. Hendi segera menenangkan dan memberikan pengertian jika yang sehat tidak perlu mengantre sekarang.

"Supaya tidak berjubel, yang sehat tidak usah urus hari ini. Prioritaskan yang sakit. Sing sehat bisa sesuk-sesuk. Mesakke sing lara, antri kesuwen (Yang sehat bisa besok-besok. Kasihan yang sakit, antre kelamaan)," kata Hendi, Kamis (2/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan bertubi-tubi langsung menghampiri Hendi. Rata-rata mereka khawatir jika tidak kebagian kuota program pembiayaan berobat itu. Hendi menjawab, program tersebut tidak berkuota dan tanpa batas waktu sehingga warga Semarang yang sehat bisa mendaftar lain waktu. "Ini untuk semuanya, tidak dibatasi, kami jamin sepanjang kelas 3," tegasnya.

Salah satu warga, Arif mengaku lega mendengar pemberitahuan dari Hendi. Arif cukup antusias mendaftar karena program tersebut berlaku untuk seluruh warga Kota Semarang tanpa terkecuali.

"Apalagi katanya untuk yang punya BPJS menunggak tetap bisa dibiayai. Jadi datang karena takut tidak kebagian. Ternyata tidak perlu daftar sekarang," kata Arif.

Ada Program UHC, Kantor Dinkes Semarang 'Diserbu' WargaHendi memberi penjelasan kepada seorang warga. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Sementara itu Wali Kota Semarang meminta ada fasilitas speaker atau pengeras suara di kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang agar cepat memberikan informasi ke warga yang datang. "Harus disiapkan speaker atau megaphone sehingga bisa mensosialisasikan dengan baik, yang sehat tidak buru-buru ngurus," terang Hendi.

UHC merupakan kerjasama Pemkot Semarang dengan BPJS Kesehatan. Syarat mendaftar hanya perlu salinan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP). Syarat lainnya yaitu bersedia mendapatkan pelayanan kesehatan di kelas 3 baik RSUD atau RS swasta.

Program tersebut baru diluncurkan hari Rabu (1/11) kemarin dan ternyata mendapat respon positif dari warga. Program itu juga tidak hanya diperuntukkan bagi warga miskin namun semua warga Kota Semarang. (alg/mbr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads