Saat Bupati Rembang Nyebur ke Lumpur Pantai Wates yang Bau Tahun Lalu

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 01 Nov 2017 17:27 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz saat di Pantai Wates Rembang tahun lalu. Foto: Arif Syaefudin
Jepara - Pencemaran air laut yang terjadi di Pantai Wates Rembang sudah terjadi sejak 3 tahun lalu. Hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah kabupaten setempat.

Aduan yang disampaikan warga Dukuh Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Rembang dinilai tidak mendapatkan respon tanggap dari pihak Pemerintah Kabupaten Rembang.

Padahal, Bupati Rembang Abdul Hafidz sudah secara langsung datang dan melihat kondisi pencemaran yang terjadi di Pantai Wates pada November 2016 silam. Namun sayangnya, tak diimbangi pula dengan tindak lanjut secara tegas dari Pemerintah Kabupaten terkait kondisi pencemaran tersebut.

"Pak Bupati dulu sudah ikut nyebur di lumpur ini, saat ada acara festival Benowo pada bulan November tahun kemarin. Tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada tindakan apapun. Dan sekarang lumpur hitam yang bau dan bikin gatal masih jadi penghias pantai ini," kata salah seorang petugas penjaga Pantai Wates, Purnomo, Rabu (1/11/2017).

Warga kini mengaku pasrah atas kondisi tersebut dan hanya menunggu tindakan lebih lanjut dari pemerintah. Sedangkan untuk mencari penyebab di balik pembuangan limbah tersebut, warga mengaku khawatir akan berujung konflik dan menyerahkan wewenang tersebut kepada jajaran DPRD dan Pemkab.

"Kita sudah bingung mau bagaimana lagi. Sekarang ya tinggal pasrah saja, karena yang bisa mengatasi ya orang-orang atas sana," imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang, Suharso mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengatasi kondisi tersebut. Namun, diakuinya hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Kemarin sudah dikonfirmasi DLH Provinsi dan kita pantau tindak lanjutnya. Solusi yang memungkinan harus mematuhi ketentuan karena belum optimal," ujarnya. (sip/sip)