Miris! Air Laut di Pantai Wates Rembang Ini Hitam dan Bau Busuk

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 01 Nov 2017 09:54 WIB
Air laut hitam pekat dan berlumpur. Foto: Arif Syaefudin
Rembang - Warga Dukuh Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Rembang mengeluhkan berubahnya warna air laut di pantai Wates yang menghitam. Tak hanya warna air lautnya yang hitam, baunya pun tak sedap.

Berdasarkan pantauan, Rabu (1/11/2017) kondisi air laut berwarna hitam pekat. Selain itu bau busuk menyengat seperti got, juga tercium di sekitar lokasi. Bibir pantai juga berlumpur hitam, dengan ketinggian sekitar 15 cm.

Warga menduga kondisi ini akibat tercemar limbah. Jika diukur dari bibir pantai, warna hitam akibat endapan lumpur tersebut terjadi sampai sekitar 50 meter ke tengah laut.

Pantai berlumpur hitam dan berbau tak sedap. Pantai berlumpur hitam dan berbau tak sedap. Foto: Arif Syaefudin
Heri Prasetyo, salah seorang warga setempat mengatakan, menghitamnya air laut di Pantai Wates tesebut telah terjadi sejak tiga tahun lalu. Warga sudah pernah mengadukan kondisi tersebut kepada DPRD Rembang.

Namun sayangnya, aduan tersebut belum mendapatkan respon dari pihak DPRD hingga saat ini. Warga kini hanya bisa berharap ada tindakan nyata dari DPRD ataupun Pemerintah Kabupaten mengatasi kondisi tersebut.

Warna air laut yang hitam pekat. Warna air laut yang hitam pekat. Foto: Arif Syaefudin
"Mulai menghitam sejak tiga tahun silam, setahun terakhir kita sudah mengadu kepada DPRD, tapi sampai saat ini ya belum ada yang ngecek atau apa," kata Heri.

Heri mengaku, warga setempat pernah mendatangi perusahaan yang ditengarai menjadi penyebab kondisi tersebut. Namun sayangnya, warga tidak memiliki bukti kuat.

"Kita cuma bisa berharap ada bantuan setidaknya dari Pemerintah ataupun DPRD. Pantai yang harusnya bersih, bisa untuk wisata malah jadi gini," imbuhnya.

Air laut berwarna hitam di Pantai Wates, Rembang. Air laut berwarna hitam di Pantai Wates, Rembang. Foto: Arif Syaefudin

Di sisi lain, Pantai Wates mulai dikembangkan masyarakat setempat menjadi obyek destinasi wisata dengan keunggulan pasir putihnya. Namun sayangnya, potensi tersebut justru rusak karena pencemaran limbah tersebut.

"Padahal wisatawan yang berkunjung ke sini sudah mulai banyak. Namanya pantai, pasti mereka juga ingin main air, tapi selalu mengeluh kepada kami karena airnya sangat kotor bahkan menjijikkan," ujar salah satu pedagang setempat, Tarjo. (sip/sip)