Minibus 'Sayur Nggunung' bernomor polisi AD 1672 AD tersebut dalam perjalanan dari arah Selo menuju Boyolali. Bus mengangkut belasan penumpang yang mayoritas adalah pedagang dari Pasar Selo, yang hendak pulang ke rumahnya Selasa (31/10/2017) siang.
Diduga mengalami rem blong, bus itu meloncati parit dan naik ke ladang hingga terguling. Dua penumpang tewas, belasan lainnya luka berat dan ringan. Sebagian mengalami patah tulang. Mereka dirawat di Puskesmas Cepogo dan IGD RSUD Pandan Arang, Boyolali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban luka di rumah sakit. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom) |
Dua korban tewas yakni Siti Munjiyah (55) warga Dukuh Bendosari, Desa Cepogo, yang merupakan pedagang bunga tabur. Satu korban lagi yakni Ny Slamet (60) warga Dukuh Sambungrejo, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, adalah pedagang aneka bumbu dapur.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Jalan dari Selo - Cepogo hingga Boyolali tersebut memang merupakan jalan menurun dengan tikungan-tikungan cukup ekstrim. Lokasi kecelakaan juga merupakan jalan menurun dan menikung. Saat ini pengemudi minibus, Rohmad (42) warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, masih dalam pemeriksaan polisi. (mbr/mbr)












































Korban luka di rumah sakit. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)