Aten Puspita Baru 2 Minggu Kerja di Pabrik Kembang Api

Ro Bernardi - detikNews
Senin, 30 Okt 2017 18:13 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Aten Puspita (32) warga RT 07/RW 03, Desa Lembur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, salah satu korban ledakan pabrik petasan di Kasombi, Tangerang, Banten. Dia baru dua minggu kerja di pabrik tersebut.

"Dia baru kerja di pabrik belum ada dua minggu ini," kata M. Yusron (35), kakak kandung Aten Puspita kepada detikcom saat ditemui di rumah duka, Senin (30/10/2017).

Menurutnya, Aten bersama suaminya sudah sekitar satu tahun merantau bekerja di Tangerang, Banten. Dia bekerja untuk memperbaiki ekonomi keluarga terutama untuk membiayai pendidikan anak tunggalnya Ria Ardiansyah.

"Kalau merantaunya sudah setahun ini, ikut suami yang sudah sejak lama bekerja di Tangerang," kata Yusron.

Menurut Yusron, kepergian Aten ke Tangerang ini, sedianya untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Dia ingin bekerja membantu suaminya, Supriyo (33) yang jualan es cendol di Tangerang. Aten pergi ke Tangerang sendiri baru setahun menyusul suaminya. "Dia ingin membantu perekonomian keluarga. Dengan bekerja di pabrik itu," kata Yusron.
jenazah Aten tiba di Pekalonganjenazah Aten tiba di Pekalongan Foto: Robby Bernardi/detikcom

Aten sendiri dikenal sebagai kepribadian yang rajin, tidak suka berpangku tangan. "Cita-citanya agar anaknya yang semata mayang, bisa melanjutkan sekolah yang tinggi. Makanya Aten ikut kerja untuk masa depan anaknya," kata Yusron.

Namun kata dia, baru dua minggu bekerja dan belum menerima upah pertama, Aten sudah dipanggil yang kuasa. Aten Puspita meninggalkan anak semata wayang, yakni Ria Ardiansyah (13), yang saat ini duduk di bangku SMP Kandangserang kelas 1.

"Kami berharap, pihak pabrik mau bertanggungawab atas musibah ini," tambah Yusron.

Kurdi, ayah Aten sendiri mengatakan, Aten sosok anak yang rajin. "Keinginannya keras, untuk bekerja di Tangerang sana. Itu untuk anaknya," kata Kurdi, lirih.
(bgs/bgs)