Limbah Busuk Cemari Lingkungan, PT RUM Sukoharjo Didemo Warga

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 26 Okt 2017 12:54 WIB
Aksi massa menentang pencemaran limbah pabrik. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo - Warga dari sejumlah desa di Kecamatan Nguter, Sukoharjo menggelar aksi unjuk rasa di PT Rayon Utama Makmur (RUM), Kamis (26/10/2017). Pabrik kapas sintetis itu mengeluarkan limbah udara berbau busuk, sehingga mencemari lingkungan pemukiman sekitarnya.

Aksi diikuti sekitar 300 orang warga dari tiga desa sekitar, yakni Desa Plesan, Desa Gupit dan Desa Celep. Mereka berjalan sejauh 1 km menuju pabrik sambil meneriakkan tuntutan mereka.

Barisan paling depan mbawa spanduk besar bertuliskan 'Jangan Korbankan Kesehatan Kami Demi Bisnismu'. Warga lainnya membawa kertas dengan tulisan 'Limbahmu Meracuni Masyarakat'.

Limbah Busuk Cemari Lingkungan, PT RUM Sukoharjo Didemo WargaLokasi pabrik PT RUM (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Seorang warga, Suwardi, mengatakan limbah yang dikeluarkan pabrik berbau seperti tinja. Bau busuk tersebut membuat beberapa warga mual dan muntah.

"Sangat bau, seperti septic tank. Sangat mengganggu aktivitas warga. Banyak yang sampai muntah," kata Suwardi.

Menurutnya, selain tiga desa yang mengikuti demonstrasi, masih ada desa-desa lain yang terdampak. Bahkan Kecamatan Bendosari yang bersebelahan dengan Nguter juga merasakan dampaknya.

"Yang paling terasa ya yang di sekitar sini. Bahkan ada yang sampai mengungsi, itu di Desa Gupit," ujar dia.

Limbah Busuk Cemari Lingkungan, PT RUM Sukoharjo Didemo WargaWarga mempersoalkan limbah pabrik. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Suwardi menceritakan, PT RUM memang baru saja beroperasi. Dalam waktu sepekan terakhir, pabrik di Jl. Songgorunggi-Jatipuro km 3,8, Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo itu masih dalam tahap uji coba produksi.

"Baru sekitar seminggu. Memang masih uji coba, tapi baunya itu kami tidak tahan. Bagaimana kalau itu berlangsung terus?" ucapnya. (mbr/mbr)