Kepala Dusun Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Budi Narto mengatakan, para siswa dari Dusun Sapen dan Borangan, kebanyakan melanjutkan pendidikan jenjang SMP, SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Demak. Mereka ada yang sekolah di wilayah Kecamatan Karangawen, Guntur maupun lainnya.
"Mereka ini memilih sekolah di wilayah Kabupaten Demak karena jaraknya tempuhnya lebih dekat, kemudian kalau di wilayah Kecamatan Pringapus jarak tempuhnya lebih jauh," kata Budi saat ditemui di rumahnya, Rabu (25/10/2017).
Jembatan Sunut yang sedang diperbaiki. Foto: Eko Susanto |
"Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju wilayah Demak yang lebih dekat," kata Budi.
Para siswa tersebut terpaksa menyeberangi Kali Jrangung tiap harinya karena Jembatan Sunut, Dusun Sapen, Desa Candirejo, sedang dibangun sejak dua bulan lalu. Jembatan ini rusak dimakan usia.
Bahkan pada pekan lalu, sungai sempat banjir. Para orangtua harus ikut membantu menyeberangkan siswa. Ada juga yang anaknya yang memilih tidak masuk sekolah.
"Seminggu yang lalu sempat banjir, kami pun terpaksa nggendong Lutfie Nanda Rahma (16), yang sekolah di SMAN Guntur, Demak. Terus sepeda motor diangkat bertiga," ujarnya.
"Saat pulang pun, kami menunggu bersama para orangtua lain membantu menyeberangkan," katanya.
Salah satu pelajar, Novika Ramadani, warga Sapen, mengaku, saat datang hujan dan banjir terpaksa tidak masuk sekolah karena takut menyeberangi Kali Jragung.
"Kalau banjir ya nggak masuk sekolah," tutur Novika, pelajar SMKN 1 Karangawen, Demak, itu.
Hal senada sampaikan siswa SMK Karangpacing, Demak, Banu Guntoro. Ia mengaku, selama jembatan rusak dan dibangun ini harus menyeberangi Kali Jragung, tiap berangkat maupun pulang sekolah.
"Terkadang saat menyerangi kali ini motor sempat mogok," ujarnya. (sip/sip)












































Jembatan Sunut yang sedang diperbaiki. Foto: Eko Susanto