PP Muhammadiyah Desak Polisi Usut Pembakaran Masjid di Bireuen

Usman Hadi - detikNews
Senin, 23 Okt 2017 19:10 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - PP Muhammadiyah mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran Masjid at-Taqwa Muhammadiyah, di Desa Songgo, Kecamatan Samalanga, Bireuen, Aceh, beberapa waktu lalu. Bila tidak, dikhawatirkan muncul konflik horizontal yang lebih luas.

"Kalau ini dibiarkan ya mengkhawatirkan, akan terjadi konflik horizontal. Muhammadiyah ingin (kasus ini) diproses hukum," kata Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam konferensi pers di aula kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (23/10/2017).

Yunahar menegaskan kasus tersebut murni perkara kriminal, karena secara fakta telah membakar tempat ibadah. Apabila tidak ada tindakan tegas dari aparat, dikhawatirkan kejadian yang sama kembali terulang baik di Aceh maupun di daerah-daerah lainnya.

"Sampai kapan (warga) Muhammadiyah bisa menjaga kesabarannya, itu yang kami khawatirkan. Jangan sampai ini menjadi pemicu konflik horizontal antar umat Islam di Indonesia. Jadi semestinya pihak keamanan, pihak kepolisian (memproses)," lanjutnya.

PP Muhammadiyah, kata Yunahar, meminta agar segenap elemen warga Muhammadiyah menahan diri dalam menanggapi kasus ini. Namun pihaknya juga meminta supaya seluruh elemen Muhammadiyah menjaga dan mengamankan aset amal usahanya.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas meminta kepolisian Bireuen lebih aktif dalam menyelesaikan kasus ini. Apalagi kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada perkembangan berarti.

"Kan petunjuk awal bisa dikembangkan. Harapan kami kalau ini dikembangkan, diusut berbasis hukum dengan penuh kejujuran, justru bisa mencegah potensi terjadinya (kasus serupa) lagi. Kalau di sana tidak bisa kan bisa diangkat ke Polri, selesai," ungkapnya.

Menanggapi tuduhan bahwa Muhammadiyah di Biruen berpaham Wahabi, yang berujung pembakaran masjid oleh pihak-pihak yang tak sepaham, menurut Busyro tuduhan itu tak berdasar.

"(Mungkin) ada tokoh tertentu yang kemudian mencetuskan (wahabi) itu," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pembakaran masjid at-Taqwa Muhammadiyah di Bireuen terjadi Selasa (17/10/2017) pukul 20.00 WIB. Pemicunya karena ada anggapan bahwa Muhammadiyah di Bireuen berpaham Wahabi, yang berbeda dengan keyakinan mayoritas masyarakat di sana. (bgs/bgs)