Upaya ini dilakukan setelah jembatan sebagai akses satu-satunya warga di Dusun Buana putus Selasa (17/10/2017) dini hari. Tujuannya untuk memudahkan penanganan bila sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Suwidak, Rip Santosa, Jumat (20/10/2017). Saat ini, kata dia ada 9 ibu hamil di Dusun Buana, namun tiga di antaranya masih hamil muda. Sedangkan enam ibu hamil sudah sekitar 8 bulan usia kandungannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menyampaikan untuk sementara tinggal di rumah saudaranya di seberang Sungai Bodas," kata dia.
Dia mengatakan saat tidak hujan aliran Sungai Bodas tidak deras sehingga masih belum berbahaya saat ada warganya yang menyeberang. Namun, saat hujan turun, aliran sungai cukup deras. Apalagi, biasanya dibarengi dengan lumpur.
"Jadi tidak hanya air yang mengalirt, biasanya ada lumpurnya," terangnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Yanu Harsono mengatakan, pihaknya akan segera membangun jembatan darurat untuk memulihkan akses warga Dusun Buana. Langkah tersebut menjadi prioritas setelah jembatan penghubungan di desa itu roboh.
"Pembuatan jembatan darurat akan kami lakukan dalam waktu dekat," kata dia.
Saat ini, BPBD sudah membicarakan langkah tersebut dengan Dinas Pekerjaan Umum, Baperlitbang, DPPKAD, serta pihak lainnya. Selain membahas teknis pembuatan jembatan darurat, juga dibahas rencana pembangunan jembatan permanen.
"Yang mendesak jembatan darurat dulu, sedangkan untuk membangun jembatan permanen prosesnya agak lama karena menyangkut penganggaran," pungkas dia. (bgs/bgs)











































