Pertengahan November PKB Tentukan Koalisi untuk Pilgub Jateng

Pertengahan November PKB Tentukan Koalisi untuk Pilgub Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 20 Okt 2017 15:32 WIB
Pertengahan November PKB Tentukan Koalisi untuk Pilgub Jateng
Gus Yusuf bersama Marwan Jafar (Foto: rilis)
Semarang - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan memastikan partai koalisi untuk Pilgub Jateng 2018 pada pertengahan November mendatang. PKB juga masih membuka peluang pasangan Marwan Jafar-Sudirman Said meskipun Sudirman kini menjadi salah satu kandidat cagub yang akan diusung Partai Gerindra.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Yusuf Chudlori, mengatakan saat ini komunikasi antarpartai di tingkat pusat masih intensif dilakukan. Komunikasi politik perlu dilakukan karena PKB memang harus berkoalisi jika untuk mengusung calonnya di Pilgub Jateng.

"Diharapkan pertengahan November sudah ada rekomendasi PKB koalisi dengan partai mana," kata Gus Yusuf saat dihubungi lewat telepon seluler, Jumat (20/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait calon, PKB masih konsisten mengusung Mantan Menteri Desa dan PDTT, Marwan Jafar, sebagai bakal calon bubernur Jawa Tengah. Namun menurutnya apapun bisa terjadi dalam politik yang dinamis.

"Sampai hari ini Pak Marwan posisi Jateng 1 (cagub), tapi kan yang namanya politik dinamis, kan. Jadi kalau sampai hari ini, sosialisasinya Pak Marwan Jateng 1," tandasnya.

Rencana menggandeng mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, dengan nama jargon 'Marwan Gandeng Sudirman' (Magadir) masih tetap ada meski saat ini Sudirman Said masih bersaing dengan Ferry Juliantono untuk mendapatkan rekomendasi di Partai Gerindra.

"Ya masih terbuka (peluang Magadir), kemungkinan dengan siapapun sekarang masih terbuka komunikasinya," pungkas Gus Yusuf.

Kemungkinan head to head dalam Pilgub Jateng, menurut Gus Yusuf bisa saja terjadi ketika parpol yang ingin ada perubahan bersatu untuk bersaing dengan PDIP.

"Semangatnya partai-partai memang seperti itu. Teman-teman yang ingin perubahan bisa berkumpul dalam satu koalisi nanti kan jadi jelas. Masyarakat pilihannya tidak sulit. Yang ingin berubah ayo, (yang ingin) incumbent ayo. Lebih simpel," terang Gus Yusuf. (alg/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads