Groundbreaking digelar di pembangunan gedung Johar Baru yang dulunya bernama Pasar Kanjengan hari ini. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan pembangunan pasar Johar lama dan baru dilakukan beriringan. Ia menjelaskan untuk Pasar Johar Lama yang merupakan bangunan peninggalan sejarah buatan Thomas Karsten akan dibantu Kementrian PUPR.
"Bantuan Kementrian PUPR Rp 240 miliar untuk melanjutkan bangunan cagar budaya. Yang cagar budaya kan dapat Rp 50 miliar dari APBD, untuk perkuatan konstruksi, jadi tahun depan Kementrian PUPR melanjutkan membangun kembali seperti bentuk semula," kata Hendrar Prihadi, Jumat (20/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan Pasar Johar di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya |
"Ini keroyokan, ada dana pusat dan kota. Kita belum minta ke provinsi. Tapi saya yakin pak Ganjar tahun 2019 akan melengkapi anggaran provinsi untuk melengkapi Pasar Johar ini," tutur Hendi.
Direktur PT Semarang Cerah Sejahtera (SCS), Suharto selaku kontraktor menjelaskan pihaknya dalam waktu 60 hari mengerjakan tahap pertama berupa pembangunan kosntruksi 4 lantai untuk gedung Pasar Johar baru. Kemudian pembangunan kios dan lapak pada lantai 1 dan 2.
"Kita akan kerjakan proyek ini jenis pengerjaannya boorpile, struktur sampai lantai 4. Untuk lapak lantai 1 ada 50 kios, 105 lapak, lanti 2 ada 24 kios dan 100 lapak. Diharapkan tahun ini selesai samai dengan lantai 2. Luas bangunannya 50x50 meter," jelas Suharto.
Pembangunan Pasar Johar di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya |
Hendi menambahkan nantinya kawasan Pasar Johar akan dibuat lebih rapi dan bersih, bahkan bekas alun-alun di depan Masjid Agung Kauman Semarang akan dikembalikan fungsinya dan diberi basement. Meski demikian saat ini masih ada titik yang berstatus sengketa dan dalam proses penyelesaian.
"Target kami bangunan cagar budaya kembali seperti semula, lingkungan sekitar berubah, alun-alun tambah bagus, bawahnya ada untuk kawan-kawan pasar Yaik, Kanjengan dibangun bagus," jelas Hendi.
Untuk diketahui, gedung cagar budaya Pasar Johar dilanda kebakaran pada 9 Mei 2015. Meski hangus, konstruksi bangunan tahun 1938 tersebut masih berdiri kokoh. Kemudian tanggal 27 Februari 2016, pasar Yaik Baru yang masih satu kawasan dengan pasar Johar terbakar akibat korsleting listrik.
Pada tanggal 18 Juni 2016, kepulan asap kembali memenuhi langit pasar Johar karena di blok E pasar Kanjengan terbakar dan menghanguskan 11 kios. Pembangunan pun dilakukan Pemkot Semarang dan para pedagang direlokasi ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah. (alg/sip)












































Pembangunan Pasar Johar di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya
Pembangunan Pasar Johar di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya