DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 10:13 WIB

Bikin Gemas, Dari Kebun Krisan Anda Bisa Main dengan Puluhan Marmut

Eko Susanto - detikNews
Bikin Gemas, Dari Kebun Krisan Anda Bisa Main dengan Puluhan Marmut Puluhan marmut di dekat Kebun Bunga Krisan, Kabupaten Semarang. Foto: Eko Susanto
Semarang - Salah seorang warga Dusun Clapar, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, ada yang memelihara marmut dalam jumlah banyak. Marmut dipelihara di kebun dengan dibuatkan kandang seadanya dan dipelihara secara bebas atau diumbar.

Lokasinya tak jauh dari kebun-kebun Bunga Krisan di dusun ini. Minto mengatakan, salah satunya anaknya sekitar 11 bulan yang lalu diberi temannya. Kemudian, dipelihara dengan diumbar dan dibuatkan kandang seadanya serta pagar dari paranet. Dari 4 ekor tersebut, kini di kandangnya ada sekitar 100 ekor marmut. Kemudian, khusus yang hamil dipisahkan dengan lainnya.

"Sekarang sudah ada sekitar 100 ekor. Ini untuk edukasi bagi anak-anak," kata Minto saat ditemui di lokasi kandang marmut, Kamis (19/10/2017).

Marmut yang dikenal sebagai hewan peliharaan imut dan lucu itu pun sangat mudah untuk dipeliharanya. Jika dibandingkan dengan kelinci, lebih mudah marmut. Hanya saja, sebagian orang jijik melihat hewan kecil dan mungil, itu.

Minto menunjukkan salah satu hewan peliharaannya. Minto menunjukkan salah satu hewan peliharaannya. Foto: Eko Susanto

Minto menuturkan, pernah juga didatangi pembeli yang akan menebas (membeli semuanya). Namun ia tidak memperbolehkannya. Ia meminta hanya menjual beberapa saja, pembeli bisa datang langsung di kandangnya.

"Untuk satu pasang yang kecil kami jual Rp 25.000, terus yang besar Rp 30.000. Kebanyakan yang membeli orang yang sudah dari kebun bunga Krisan Clapar, terus melihat sini," ujar dia yang menyebutkan sudah sekitar 60 ekor terjual.

Untuk mencari rumput, katanya, memanfaatkan gulma dari kebun krisan miliknya. Daripada gulma tersebut dibuang, oleh Minto dijadikan pakan untuk marmut. Selain marmut, di kandangnya juga terdapat 2 pasang kelinci yang dipelihara sejak 1,5 bulan lalu.

"Kami manfaatkan pupuknya (kandang) saja. Pupuknya lebih bagus untuk pertanian," tuturnya.


(sip/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed