DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 09:27 WIB

Masjid Belum Dibongkar Pengaruhi Proses Pembangunan Jalan Tol

Eko Susanto - detikNews
Masjid Belum Dibongkar Pengaruhi Proses Pembangunan Jalan Tol Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Belum dibongkarnya sebuah masjid di proyek Jalan Tol Semarang-Solo mempengaruhi pembangunan jalan tol di ruas Salatiga-Boyolali. Namun tidak terlalu siginifikan karena lahan di sekitar telah dibebaskan dan bersih. Selain itu sudah ada kesepakatan untuk lahan pengganti masjid tersebut.

Masjid Baitulrokhim itu di Dusun Geneng, Desa Timpik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Saat ini masih proses relokasi di lahan pengganti yang telah disiapkan dan masih dalam proses penyelesaian. Lokasi berada tidak jauh dusun setempat.

Staf Ahli Direksi PT Trans Marga Jateng (TMJ), Mochamad Tilawatil Amin mengatakan saat ini masih dalam proses negosiasi dengan warga berkaitan dengan lahan pengganti.

Meski keberadaan masjid mempengaruhi, namun tidak terlalu signifikan. Hal ini mengingat keberadaan masjid yang berada di tengah calon badan jalan tol atau masuk area right of way (ROW).

"Itu ada di tengah-tengah, jelas mengganggu, tetapi tidak terlalu signifikan. Menyusul ada ruas sekitarnya yang sudah kelir, Insya Allah target tahun depan bisa tercapai," kata Amin.

Terkait keberadaan masjid yang berada di Desa Timpik lanjut dia, telah dilakukan pengukuran oleh BPN, kemudian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menunjuk Tim Appraisal untuk menilai tanah beserta bangunannya.

"Harus direlokasi, proses mencari. Alhamdulillah telah di survei dari P2T, PPK, unsur kepala desa/perangkat, Depag dan sudah sepakat di lokasi yang telah ditentukan," katanya.

Menurut dia, untuk proses pembangunan belum dilakukan karena masih menyelesaikan desain terlebih dahulu. Nantinya pembongkaran masjid tersebut akan dilakukan jika proses pembangunan masjid baru telah dimulai.

Mengenai penggantinya, dia mengatakan sesuai aturan dan harus lebih baik atau minimal sama dengan kondisi sekarang.

"Jadi kalau mereka membangun sendiri, nanti akan ada kesepakatan. Kan nilainya Rp 300 juta itu di atas nilai penggantinya," kata Amin seraya menyebutkan nilai pengganti sebesar Rp 227 juta.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed