DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 21:20 WIB

Borobudur Tunggu Sidang Unesco untuk Raih Penghargaan

Pertiwi, Pertiwi - detikNews
Borobudur Tunggu Sidang Unesco untuk Raih Penghargaan Foto: (Masaul/detikTravel)
Magelang - Balai Konservasi Borobudur (BKB) tengah menunggu hasil sidang Unesco untuk penentuan para penerima penghargaan Memory of the World (Memori Dunia). Penghargaan tersebut menjadi program Unesco dengan tujuan melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk "pusaka dokumenter/documentary heritage" karena secara non-material bermanfaat untuk jatidiri bangsa.

Kepala BKB, Marsis Sutopo menjelaskan, pihaknya telah mengajukan arsip-arsip lama Restorasi Candi Borobudur tahun 2016 lalu.

"Arsip restorasi yang kami ajukan untuk penghargaan MoW merupakan dokumen tahun 1978-1983. Berupa foto-foto, klise negatif hitam putih dan berwarna, slide, film, dok, gambar, dan peta lama," jelas Marsis kepada detikcom di Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/10/2017).

Dia mengatakan, usulan dari BKB tersebut saat ini telah masuk dalam daftar sementara di Unesco bersama dengan dua usulan lain dari Indonesia. Dua usulan lainnya adalah arsip gerakan non blok dan cerita panji.

"Akhir bulan ini atau awal bulan depan, usulan ini akan dibahas di sidang Unesco. Kita optimis, mudah-mudahan diterima dan lolos. Kalau belum diterima ya masih bisa diperbaiki kalau ada yang belum pas," kata Marsis.

Menurutnya, pemberian penghargaan MOW nantinya dapat mendorong peningkatan status Candi Borobudur. Tidak hanya pengakuan bahwa bangunan fisiknya sebagai World Heritage (Warisan Dunia), juga arsip-arsip penanganan pelestarian dan pemugarannya menjadi Memory of the World.

Untuk diketahui, salah satu syarat penerima penghargaan MOW adalah dokumen yang diajukan harus otentik dan telah dibuktikan keasliannya. Selain itu, juga memiliki nilai dan arti penting bagi berbagai bangsa di dunia, memberikan manfaat umum, pembelajaran ke publik, dan dapat diakses seluas-luasnya.

Untuk pengajuan tahun 2016 lalu, Pemerintah Indonesia melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali mengajukan usulan dokumen atau arsip penting sebagai penerima MOW. Yaitu arsip Konferensi Meja Bundar (KMB), tsunami Aceh, cerita Panji, dan Gerakan Non Blok (GNB).

Sedangkan penghargaan MOW yang sudah diterima sejauh ini adalah untuk dokumen/arsip La Galigo, Negarakertagama dan Babad Diponegoro, arsip VOC, dan Konferensi Asia Afrika (KAA).
(/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed