DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 16:41 WIB

Penampakan Katana Warisan Sayuto, Jagal Tentara Jepang di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Penampakan Katana Warisan Sayuto, Jagal Tentara Jepang di Semarang Huri menunjukkan Katana peninggalan Sayuto. Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Katana militer Jepang atau Gunto peninggalan seorang pejuang bernama Sayuto hingga kini masih tersimpan baik di Semarang. Katana ini menjadi saksi bisu suasana mencekam pertempuran 5 hari di Semarang.

Katana bersarung warna cokelat itu kini disimpan oleh kakek berusia 91 tahun bernama Huri Prasetyo. Huri merupakan rekan Sayuto.

Huri menunjukkan Katana peninggalan Sayuto. Huri menunjukkan Katana peninggalan Sayuto. Foto: Angling Adhitya Purbaya


Meski sudah renta, Huri masih terlihat semangat ketika ditanya pengalamannya pada pertempuran yang berlangsung 14 sampai 19 Oktober 1945 itu. Ditemui di rumahnya, Tegalsari Barat Gang III nomor 1, Semarang, Huri langsung mengeluarkan beberapa berkas bukti perjuangannya dan juga sebilah Katana.

Katana peninggalan Sayuto di Semarang.Katana peninggalan Sayuto di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya

Huri mengatakan bahwa Sayuto meripakan pria yang saat itu disegani oleh pemuda sesama pejuang dan ditakuti tentara Jepang.

Huri menyelamatkan Sayuto yang terluka di Lawang Sewu di antara pemuda-pemuda lain yang tewas disiksa Jepang. Tidak butuh waktu lama untuk Sayuto pulih dan memimpin pasukan untuk menghajar Jepang. Huri kemudian dipilih mendampingi Sayuto membawa Katana tersebut.

"Ada 3 pedang (Katana) yang ditinggal Jepang di depan Gris. Ini saya yang bawa, Sayuto ini yang menebas," ujar Huri sembari menunjuk foto Sayuto di dokumen piagam Peta.

Katana dan piagam PETA atas nama Sayuto.Katana dan piagam PETA atas nama Sayuto. Foto: Angling Adhitya Purbaya
Pertempuran 5 hari di Semarang menjadi perlawanan pemuda Semarang dan sekitarnya yang menimbulkan banyak korban di kedua belah pihak. Pertempuran berakhir setelah kedatangan tentara Sekutu yang mendarat di pelabuhan Semarang dengan kapal HMS Glenry.

"Setelah pertempuran selesai, Sayuto memberikan pedang (katana) ini kepada saya," tandas suami dari almarhumah Siti itu.

Katana warisan Sayuto di Semarang.Katana warisan Sayuto di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya

Huri menjaga baik-baik katana dan kenangan masa perang itu di rumahnya yang tenang. Sesekali ia melihat lagi katana peninggalan temannya itu. Sayuto sebenarnya juga tinggal di Semarang, tapi ia sudah meninggal di usia 85 tahun pada 3 Juni 2007 lalu.
(alg/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed