Kepala Dusun Buana, Bera (46) menyampaikan kejadian ambruknya jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 2,8 meter pada hari Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 00.30 WIB.
Jembatan tersebut menjadi akses warga satu-satunya menuju desa atau dusun lainnya. Akibat terpeutusnya jembatan tersebut warga terutama yang bekerja di luar dan anak sekolah terhambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya lanjut dia hujan sudah mengguyur daerahnya sejak Senin (16/10) pagi. Namun hujan semakin deras sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.
"Derasnya aliran sungai kemudian menggerus pondasi jembatan," katanya.
Jembatan putus di Banjarnegara Foto: Uje Hartono/detikcom |
Kondisi jembatan putus total dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan. Warga bisa melintas dengan cara menyeberangi sungai saat air Sungai Bodas surut. "Tapi kalau hujan airnya tambah deras jadi harus hati-hati," kata Bera.
Ia berharap agar jembatan tersebut segera diperbaiki sehingga warga Dusun Buana bisa beraktivitas seperti biasa. "Sebagian anak sekolah hari ini terpaksa tidak berangkat sebagian lagi tetap berangkat tapi harus menyeberangi sungai," terangnya. (bgs/bgs)












































Jembatan putus di Banjarnegara Foto: Uje Hartono/detikcom