Serangan kawanan anjing itu terjadi pada Minggu (15/10) malam. Total ada 8 kambing yang diserang dalam semalam. Masing-masing milik Taslim, Rokhim, dan Muntarom, warga Dukuh Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Kota Rembang.
"Kejadiannya malam sekitar jam 11. Saat itu saya dengar ada gonggongan anjing di kandang kambing," ungkap Taslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, warga curiga dengan anjing-anjing yang merupakan anjing peliharaan salah satu perusahaan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Pasalnya, di perusahaan tersebut terdapat belasan anjing yang dibiarkan liar tak dirantai.
"Memang di sana ada banyak anjing yang dibiarkan berkeliaran. Mungkin anjing-anjing itu lapar sehingga ketika pagar perusahaan dibuka, langsung menyasar kandang kambing ini," imbuh Taslim.
Kejadian itupun langsung dilaporkan warga kepada Kepala Desa setempat. Mereka berharap pihak Pemerintah Desa bisa memberikan solusi terhadap kejadian tersebut.
"Memang benar ada laporan ternak kambing warga yang diserang kawanan anjing. Tiga ekor sekarat, satu ekor patah kaki, dan empat lainnya tewas langsung," terang Kepala Desa Pasarbanggi, Rasno, Senin (16/10/17).
Bersama warga, pihak pemerintah Desa meminta agar pihak perusahaan bisa lebih menjaga piaraan anjing-anjing tersebut dan diberi kandang khusus. Pihak perusahaan pun mengakui kejadian tersebut disebabkan anjing-anjing yang memang dibiarkan lepas di seputaran perusahaan.
"Kita sudah memberikan imbauan ke sana, kalau masih tidak diindahkan kita bisa tempuh dengan cara lain. Itu baru kambing. Kalau terus menyerang warga apalagi anak-anak kan bahaya," imbuh Rasno.
Taslim menambahkan bersama warga lain sempat meminta ganti rugi kepada perusahaan itu, namun tidak ada kata sepakat.
"Sempat mau diganti uang senilai Rp 500 ribu untuk delapan ekor kambing. Itu kan tidak masuk akal dan tidak mau sehingga ada negosiasi lagi," kata Taslim.
Dalam negosiasi tersebut ada kesepakatan warga menerima ganti rugi dari perusahaan senilai Rp 500 ribu untuk satu ekor kambing. Warga pun menerimanya meski masih menganggap ganti rugi tersebut tak sepadan dan tetap dinilai merugikan.
"Kambing kalau saya jual saja bisa lebih dari nilai itu. Harusnya kalau kita bisa meminta, satu ekor Rp 1 juta, karena rata-rata harga kambing ya sebesar," katanya.
Sementara Rokhim, yang empat ekor kambingnya menjadi korban serangan tersebut mengaku pasrah dengan kejadian tersebut. Kambing miliknya yang sekarat kemudian disembelih warga.
"Kami berharap anjing-anjing itu dirantai agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Khawatirnya kalau menyerang lagi dan memakan lebih banyak korban lagi," katanya. (bgs/bgs)











































