Sedekah laut yang digelar setiap bulan Sura itu dipusatkan di area tempat pelelangan ikan (TPI) desa setempat. Nelayan melarung ancak sesaji berisikan satu ekor kambing, ingkung bebek dan ayam jago, hasil bumi, serta bunga tujuh rupa ke tengah lautan.
Kadus setempat yang sekaligus sebagai sesepuh panitia, Sumadiyono (47) mengatakan lokasi larungan tersebut berada sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Sedikitnya 22 perahu beriring-iringan membawa ubo rampe yang telah dipersiapkan untuk dilarung ke pantai selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa bersama Foto: Rinto Heksantoro/detikcom |
Sebelum dibawa ke tengah laut, prosesi ritual tersebut diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa. Selain sebagai wujud syukur ritual tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan hasil panen ikan.
"Kami selalu berharap agar Tuhan selalu memberikan rezeki yang berlimpah kepada nelayan kami serta warga desa lain yang yang menggantungkan hidupnya dari laut ini," tambahnya.
Sesaji dibawa ke tengah laut Foto: Rinto Heksantoro/detikcom |
Riuh sorak sorai ribuan pengunjungjung pecah ketika perahu pembawa aneka makanan tradisional desa termasuk hasil bumi mulai menepi ke pinggir setelah mengiringi ritual sedekah laut. Ribuan pasang tangan dengan cekatan berebut makanan tersebut sekaligus untuk ngalap berkah.
Salah satu pengunjung yang sudah berpanas-panasan dari tadi, Yuliani (26) mengaku sudah tidak sabar ikut ngalap berkah dan meramaikan suasana dalam sedekah laut itu. Meski hanya mendapatkan kerupuk dan sedikit sayuran serta nasi, ia tetap senang dan lega setelah berdesak-desakan dengan pengunjung lain.
"Cuma dapat kerupuk sayur sama nasi, tapi tetap seneng bisa ikut berebut tadi, semoga rejekinya tambah lancar baik nelayan maupun warga lain yang ikut ngalap berkah," ujarnya.
(bgs/bgs)











































Doa bersama Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Sesaji dibawa ke tengah laut Foto: Rinto Heksantoro/detikcom