DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 18:19 WIB

3 Anggota Satpol PP Jadi Tersangka Kekerasan Pada Wartawan Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
3 Anggota Satpol PP Jadi Tersangka Kekerasan Pada Wartawan Banyumas Wartawan Kendari Protes Kekerasan Pada Wartawan Banyumas. Foto: Sitti Harlina
Banyumas - Sebanyak 3 personel Satpol PP menjadi tersangka kasus kekerasan kepada wartawan di Banyumas. Tindak kekerasan ini terjadi saat wartawan meliput pembubaran massa aksi di Pendopo Kantor Bupati Banyumas.

"Tim penyidik Polres Banyumas hari ini sudah memeriksa 3 orang dari Satpol PP, hari ini sudah kita periksa sebagai tersangka atas kasus pemukulan wartawan," kata Kasat Reskrim Polres Banyumas, AKP Djunaidi di Mapolres Banyumas, Jumat (13/10/2017).

Menurut dia, ketiga anggota Satpol PP tersebut berinisial ES, HC dan YA. ES saat ini berstatus sebagai PNS di Kabupaten Banyumas, sedangkan dua tersangka lainnya merupakan anggota Satpol PP dari tenaga kontrak. Ketiganya mengaku ada yang bertindak mendorong dan ada yang menyeret.

"Ada yang mendorong, ada yang menyeret. Tapi dari keterangan, mereka tidak tahu kalau itu wartawan," ujarnya.

Dia menjelaskan, dasar penetapan tersangka setidaknya pihaknya mempunyai dua hal yang sudah didapatkan, yakni keterangan saksi kurang lebih 9 orang yang diperiksa, bukti keterangan ahli dan surat penetapan beberapa barang bukti dari Pengadilan Negeri Purwokerto. Sebelumnya sudah ada 4 polisi yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Ini masih terus dilakukan pemeriksaan. Untuk pengembangan penahanan nanti kami gelarkan perkara," ucapnya.

Diwawancara terpisah, Kasatpol PP Banyumas Imam Pamungkas mengatakan jika pihaknya sudah melakukan pemeriksaan secara internal khusus tenaga Non PNS. Sedangkan tenaga PNS yang terlibat kasus tersebut langsung diambil alih oleh Inspektorat.

"Informasi dari pihak Polres yang berkaitan dengan tindak pidana berpotensi tersangka itu ada 3 orang," ujarnya.

Dia mengungkapkan, tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka tentunya akan diambil tindakan lebih lanjut yakni pemberian sanksi mulai dari penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat hingga pemecatan bagi anggota Satpol PP yang berstatus PNS.

"PNS sanksinya pelanggaran disiplin penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat hingga pemecatan. Sedangkan non PNS pemutusan kontrak dari Satpol PP," ucap Imam.

Sebagai pimpinan, Imam juga meminta permohonan maaf dan berharap kejadian tersebut tidak lagi terulang.
(arb/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed