"Perbaikan ini masuk dalam kegiatan rutin pemeliharaan. Saat ini perbaikan ada pada bagian atap," jelas Kepala Seksi Konservasi BKB, Iskandar M. Siregar, kepada detikcom, Jumat (13/10/2017).
Iskandar menyebutkan, perbaikan sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu dengan mengerahkan sebanyak 6 orang pekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskannya, air yang masuk ke dalam celah bebatuan candi berpotensi menyebabkan tumbuhnya lumut, ganggang dan jamur. Hal itu kemudian memicu kerusakan batuan candi.
Iskandar mengatakan, meski dilakukan perbaikan, namun kunjungan wisata ke candi yang berada di sisi Timur Candi Borobudur itu tetap dibuka seperti biasa.
Kepala tim pembersih, Werdi, menjelaskan, penambalan di Candi Pawon ditargetkan selesai dalam waktu 70 hari.
"Saat ini pekerjaan sudah berjalan selama enam minggu. Pekerjaan kita mulai dengan pembuatan perancah, kemudian pembersihan batuan candi, baru penambalan menggunakan nat hidrolik," terangnya.
Petugas menambal batuan Candi Pawon Foto: Pertiwi/detikcom |
Werdi menyebutkan, nat hidrolik terdiri dari campuran pasir, kapur putih, dan bata merah. Nat ini biasa dipergunakan untuk menutup celah yang agak lebar. Sedangkan untuk celah sempit, biasa menggunakan eti silikat.
"Eti silikat ini bahannya apa saya kurang tahu. Tapi biasanya sudah dibawakan dari BKB, tinggal pakai," katanya.
Candi Pawon diperbaiki bagian atapnya Foto: Pertiwi/detikcom |
Dia menambahkan, selama penambalan, pihaknya tidak melakukan pembongkaran batuan. Hanya pemasangan pelindung atap candi berupa terpal khusus untuk mencegah guyuran air hujan selama pekerjaan berlangsung.
"Tidak perlu sampai dibongkar, hanya dibersihkan dari luar saja kemudian ditambal. Terutama di celah-celah agak lebar yang berpotensi dimasuki air hujan," tandasnya. (bgs/bgs)












































Petugas menambal batuan Candi Pawon Foto: Pertiwi/detikcom
Candi Pawon diperbaiki bagian atapnya Foto: Pertiwi/detikcom