DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 14:23 WIB

Kenangan Warga Purworejo Tentang Londo Ireng

Rinto Heksantoro - detikNews
Kenangan Warga Purworejo Tentang Londo Ireng Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Keturunan dan keluarga Londo Ireng atau orang Afrika yang dikontrak oleh pemerintah Hindia Belanda pasca Perang Diponegoro Belanda yang tinggal di Purworejo sudah tidak ada lagi. Mereka telah meninggalkan Indonesia dan memilih menjadi warga Belanda setelah kemerdekaan Indonesia.

Kampung Afrikan di Pangen Juru Tengah, Kecamatan Purworejo merupakan tempat pemukiman Londo Ireng atau Zwarte Hollanders sejak mereka didatangkan tahun 1831-1872.

Daerah yang ditempati oleh para tentara bayaran dari Afrika itu hingga sekarang dikenal dengan kampung Afrikan, bahkan nama jalan masuk ke kampung juga diberi nama jalan Afrikan. Pemukiman itu terletak di tengah Kota Purworejo saat ini.

Ada beberapa keluarga yang masih punya kenangan atau cerita mengenai keberadaan keluarga Londo Ireng di Purworejo. Dari sisi fisik mereka berbeda dengan penduduk pribumi. Mereka berkulit hitam, rambut keriting khas orang Afrika dan berbibir tebal. Mereka tinggal dan menetap bersama keluarganya di kampung itu.
Jalan Afrikan Jalan Afrikan Foto: Rinto Heksantoro/detikcom


Salah seorang penduduk asli Kampung Afrikan, Priskilah (83), menceritakan kenangan terakhirnya bersama beberapa keturunan Londo Ireng semasa kecil dulu. Sambil bercerita, ia pun berharap masih ada keluarga keturunan dari Londo Ireng yang dulu masih mempunyai ikatan saudara dengannya, bisa kembali datang ke kampung itu.

"Dulu ada keturunan Londo Ireng namanya Tante Kusye, orangnya item rambutnya keriting dan punya anak namanya Eveline. Saya sering bermain dengan Eveline dan juga anaknya yang lainnya bernama Vera dan Oli," tutur Priskilah kepada detikcom di rumahnya di kampung Afrikan.

Vera dan Oli sendiri merupakan anak dari serdadu Londo Ireng bernama De Ruiter yang menurut cerita masih bersaudara dengan Priskilah. Namun, ketika priskilah belum lulus sekolah dasar, keluarga De Ruiter menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. Bahkan Londo Ireng yang lainnya pun lambat laun ikut pergi dari kampung itu.

Menurut Priskilah, satu-satunya keturunan londo ireng yang terakhir mendiami kampung itu adalah Eveline. Bahkan, ia sempat menikah dengan orang Purworejo yang bernama Sudjarno dan dikaruniai 3 orang anak.

"Eveline menikah dengan Djarno terus punya anak 3, Nur Ida, Slamet Sabardi, dan Sumarah. Mereka semua berkulit hitam, hidungnya mancung dan rambutnya keriting," katanya.

Namun ketiga anaknya lanjut dia, kini tidak tahu dimana keberadaannya. Karena Eveline sudah meninggal tahun 2002 dan Djarno juga meninggal pada tahun 2007. "Terus tiga anaknya itu pergi nggak tahu kemana," bebernya.

Priskilah mengaku ingin sekali bertemua dengan keluarga De Ruiter. Dia berharap ada keturunan dari De Ruiter bisa berkunjung ke Kampung Afrikan.

"Saya pingin banget ketemu dengan keluarga De Ruiter, kalau ada keturunanya ya saya harap bisa mampir ke sini," pungkasnya.

Kini rumah Eveline sendiri tinggal tersisa reruntuhan tembok rumah karena sudah dibongkar dan didirikan bangunan baru oleh warga setempat. Beberapa bangunan asli peninggalan Londo Ireng kini ditempati oleh orang lain yang telah memiliki rumah tersebut. Rata-rata mereka dulunya membeli dari warga lain yang telah memiliki terlebih dahulu atau warisan dari nenek moyang mereka.
(bgs/bgk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed