DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 13:56 WIB

Indonesia Akan Terapkan Praktik Kolaborasi Interprofesi Kesehatan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Indonesia Akan Terapkan Praktik Kolaborasi Interprofesi Kesehatan Pembukaan Konferensi APIPEC (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo - Indonesia akan menerapkan praktik kolaborasi interprofesi kesehatan dalam melayani pasien. Selama ini, tiap tenaga kesehatan dinilai masih bekerja sendiri-sendiri.

Hal tersebut dibahas dalam konferensi Asia Pasific Interprofessional Education and Colaboration (APIPEC) di Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (13/10/2017). Indonesia menjadi tuan rumah dalam pertemuan perdana itu.

Ketua Indonesian Young Health Professional's Society (IYHPS) sekaligus penyelenggara, Daniel R Kombey, mengatakan bahwa konferensi tersebut mendorong sebuah gerakan agar para tenaga kesehatan, seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, ahli gizi dan apoteker bersedia bekerja secara tim.

"Dengan adanya kolaborasi, diharapkan terjadi resource sharing untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pendidikan maupun pelayanan kesehatan. Jepang, Thailand dan Singapura sudah menerapkan itu," kata Daniel kepada wartawan.

Tidak hanya praktik dalam dunia kerja, kolaborasi harus mulai diterapkan sejak dalam masa pendidikan. Selama ini masing-masing bidang dinilai belum melakukan kolaborasi dalam pembelajaran.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tengah menyiapkan regulasi tentang kolaborasi interprofesi kesehatan, baik terkait pendidikan maupun saat bekerja. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Ada dua regulasi yang dibutuhkan, satu regulasi menyangkut proses pendidikan, satu lagi regulasi dalam melakukan pekerjaan. Saya kira di level pendidikan diperbaiki dengan regulasi dan perbaikan kurikulum," kata Staf Khusus Menkes bidang Pelayanan Kesehatan, Akmal Taher.

Menurutnya, regulasi pun belum cukup untuk memaksimalkan kerja sama antarprofesi kesehatan. Butuh kesadaran secara bersama-sama untuk berkolaborasi.

"Karena itu tidak mudah, yang biasa kerja sendiri-sendiri lalu berubah dalam bentuk tim, itu perlu waktu dan butuh perubahan mindset juga perubahan budaya kerja," ujarnya.

Konferensi APIPEC pertama ini dihadiri berbagai perwakilan negara Asia Pasifik, antara lain Hongkong, Jepang, Filipina, Malaysia dan Nepal. Acara digelar 13-15 Oktober 2017.

Bagi Indonesia, konferensi ini menjadi batu loncatan pengembangan pusat pendidikan interprofesi dan praktik kolaborasi kesehatan di Indonesia. Dalam konferensi tersebut juga akan disepakati pembentukan jejaring pendidikan interprofesi dan praktik kolaborasi kesehatan di wilayah Asia Pasifik (APIPEC Network).
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed