DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 08:43 WIB

Miniatur Sepeda Motor Jadul dari Timah Karya Agit

Eko Susanto - detikNews
Miniatur Sepeda Motor Jadul dari Timah Karya Agit Foto: Eko Susanto/detikcom
Salatiga - Bermula dari keisengan membuat miniatur sepeda motor untuk koleksi pribadi, kini membuahkan hasil. Miniatur sepeda motor jadul hasil karyanya justru diminati kolektor baik dalam dan luar negeri.

Adalah Agit Sasongko (47) warga Jalan Tlogo Tirto 702 RT 02/RW 04, Pancuran, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Di rumahnya terpajang puluhan miniatur sepeda motor jadul ditata rapi dekat ruang tamu. Berbagai miniatur sepeda motor yang ada di Indonesia tahun 1970-1990 ada di tempat itu.

"Sekitar 2013 lalu, saya iseng-iseng membuat miniatur sepeda motor jadul dengan bahan dari mesin korek api gas. Saya rangkai secara manual jadi miniatur sepeda motor jadul, itu pun hanya untuk koleksi pribadi," tutur Agit saat ditemui di rumahnya.
Agit membuat miniatur sepeda motor jadulAgit membuat miniatur sepeda motor jadul Foto: Eko Susanto/detikcom


Dalam perkembangannya, ia terus menekuni pembuatan miniatur sepeda motor jadul antara lain Honda 70, Honda CB 100, Honda C 70 vipet, Honda S 90 dan Yamaha RX King. Bahan untuk membuat miniatur itu menggunakan lembaran timah dan kawat aluminium. Sekitar 85 persen bahan utamanya lembaran timah.

"Saya biasanya kulakan bahan lembaran timah di Jalan Layur Semarang. Sekali beli sampai 10 kg. Satu kilo bisa jadi 3 unit miniatur sepeda motor," ujar ayah dari Axel Daffa Himsa (5), itu.

Agit yang sebelumnya menjual alat pemancingan itu, kini memilih menekuni pembuatan miniatur sepeda motor jadul. Dia hanya bisa membuat miniatur sepeda motor jadul. Namun untuk sepeda motor model sekarang, ia mengaku, tidak bisa.

Menurut Agit terkadang ada yang memesan untuk dibuatkan sepeda motor modifikasi, terus dibuat miniaturnya.

"Saya sebenarnya senang membuat miniatur sepeda motor model Eropa, tapi ternyata yang laku di pasaran model motor jadul," katanya.

Untuk memasarkan hasil karyanya ini, Agit awalnya memakai media sosial (medsos). Ia pun secara acak mengajak pertemanan melalui akun facebook tersebut. Selain itu, juga menggunakan akun Instagram untuk memasarkan hasil karyanya.

"Melalui Medsos tersebut pesanan datang dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Madiun, Kalimantan, Medan hingga Sulawesi. Bahkan, saya pernah mengirim pesanan menuju Thailand," ujar dia.
miniatur sepeda motor jadulminiatur sepeda motor jadul Foto: Eko Susanto/detikcom


Untuk setiap bulannya, Agit selalu membatasi jumlah pesanan sebanyak 15 unit. Kemudian, dalam membuat pun sekarang dibantu istrinya, Kikis Puspitarini (33). Jika pesanan telah mencapai 15 unit, pemesan berikutnya diminta menunggu hingga bulan berikutnya.

"Biasanya saya buat roda, slebor, merangkai ruji, terus suami yang finishingnya. Kalau sudah dicat, yang termurah harganya Rp 350 ribu dan termahal untuk RK King Rp 400 ribu. Tapi kalau dikirim menuju luar negeri, harga lebih mahal," kata Kikis.

Sekalipun hasil karyanya telah dikenal luas terutama para penggemar miniatur maupun konsumennya, Agit, mengaku, baru sekali ikut pameran pada bulan Agustus 2017, lalu.

"Saya didatangi orang dinas untuk ikut pameran. Biasanya kalau di luar kota, pengawai Pemkot Salatiga yang mengambil barang-barang (miniatur sepeda motor) ke sini," tutur Agit.

Ia pun mengaku kendala dalam pembuatan miniatur sepeda motor jadul ini adalah teknis pembuatan yang dikerjakan secara manual serta harus detail.

  • Miniatur Sepeda Motor Jadul dari Timah Karya Agit
    Foto: Eko Susanto/detikcom
  • Miniatur Sepeda Motor Jadul dari Timah Karya Agit
    Foto: Eko Susanto/detikcom
  • Miniatur Sepeda Motor Jadul dari Timah Karya Agit
    Foto: Eko Susanto/detikcom

(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed