DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 17:08 WIB

Soal Lokasi Penembakan Personel Brimob, Warga: Tak Perlu Pengamanan

Arif Syaefudin - detikNews
Soal Lokasi Penembakan Personel Brimob, Warga: Tak Perlu Pengamanan Lokasi tewasnya 3 personel Brimob di Blora. Foto: Arif Syaefudin
Blora - Sebanyak 3 personil Brimob tewas di kompleks Proyek Sarana Gas Trembul (SGT)-01 di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Ngawen, Blora. Mereka berada di lokasi itu dalam rangka menjalankan tugas jaga resmi proyek vital negara. Tapi mengapa warga sekitar berseloroh bahwa lokasi itu tak perlu penjagaan?

Secara turun-temurun, warga mempercayai cerita dari mulut ke mulut tentang lokasi tersebut. Sejak sebelum dibangun proyek, warga percaya bahkan tidak pernah berani menginjak lokasi itu karena dipercaya angker. Banyak warga yang membuat pengakuan-pengakuan mengalami kejadian tak menyenangkan di kawasan itu.

Sutoyo, warga setempat, mengaku pada awal pembangunan proyek SGT-01, warga pernah mengimbau para pekerja melalui pimpinan proyek untuk berhati-hati dan tidak melakukan hal-hal tak perlu seperti merusak benda-benda atau tanaman di sekitar lokasi.

Ketika pihak proyek mendatangkan pengamanan dari kepolisian, lagi-lagi warga juga mengingatkan.

"Dulu kita sudah wanti-wanti agar hati-hati di sini. Termasuk saat ada petugas pengamanan yang sangat banyak itu, kami juga sempat bilang ke mereka. Nggak usah (ada) pengamanan pak, semua di sini aman," tuturnya, Rabu (11/10/17).

Di dekat lokasi insiden tewasnya 3 personel Brimob itu, kata Sutoyo, terdapat sebuah sumur tua peninggalan Belanda. Sumur itulah salah satu titik lokasi paling ditakuti warga sekitar. Banyak cerita seram dilekatkan ketika menceritakan lokasi itu. Dulu, kata Sutoyo, warga sangat takut melewati kawasan itu.

Warga maupun para pekerja proyek menduga Bripka Bambang Tejo mengalami situasi psikologis tertentu ketika menyerang 2 rekannya dan kemudian bunuh diri. Hal itu dihubungkan dengan kebiasaan Bambang mengambil pohon serut yang banyak terdapat di komplek proyek.

Warga maupun para pekerja proyek menduga Bripka Bambang Tejo mengalami situasi psikologis tertentu ketika menyerang 2 rekannya dan kemudian bunuh diri.
(mbr/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed