DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 11:00 WIB

3 Personel Brimob yang Tewas di Blora Luka Tembak Badan dan Kepala

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
3 Personel Brimob yang Tewas di Blora Luka Tembak Badan dan Kepala Lokasi Proyek SGT-01 di Ngawen, Blora. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Semarang - Tiga anggota Brimob Polda Jateng mengalami luka tembak hingga akhirnya tewas di Blora. Terduga pelaku, Pada Bripka Bambang Tejo, yang juga tewas di lokasi terdapat luka tembak di bagian kepala.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan dua anggota Brimob yang tewas yaitu Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyono (35) mengalami luka tembak di badannya.

"BT (Bambang Tejo -red) luka di kepala, yang dua (personel lainnya) di badan," kata Condro saat jumpa pers di Akpol, Semarang, Rabu (11/10/2017).

Condro mengatakan ada senjata laras panjang AK 101 di dekat jenazah Bripka Bambang Tejo. Diduga Bambang mengakhiri hidupnya sendiri setelah menembak dua rekannya.

"Motifnya sampai tadi pagi, dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka," tandas Condro.

Saat ini polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut. Olah tempat kejadian perkara masih dilakukan dan ketiga jenazah akan diotopsi di Blora.

"Kami memerintahkan kepada Dir Krimum dengan tim dan juga Kalabfor dan tim dan juga tim identifikasi dan Kasat Brimob. Kapolres juga saya perintahkan kembali ke Blora untuk olah TKP dan pemeriksaan saksi, identifikasi, sekaligus melaksanakan otopsi di Blora," katanya.

Seperti diketahui, peristiwa penembakan itu terjadi hari Selasa (10/10) kemarin sekitar pukul 18.00. Ketiganya tewas saat bertugas menjaga pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) di Ngawen, Kabupaten Blora.
(alg/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Foto News

    Ini Dia Saksi Bisu Akhir Kekuasaan ISIS di Raqqa

    DETIKPHOTO | Kamis 19 Oktober 2017, 15:09 WIB Hampir empat tahun Raqqa dikuasai ISIS. Kota ini menjadi lumpuh dan porak-poranda layaknya kota hantu. Berikut adalah potret saksi bisunya.